Serangan Bom Incar Hakim di Pakistan, Tewaskan 7 Orang

Kompas.com - 26/06/2013, 16:28 WIB
Aparat kepolisian Pakistan memeriksa mobil polisi yang hancur akibat bom yang ditujukan untuk seorang hakim ternama di kota Karachi, Rabu (26/6/2013). Tujuh orang tewas akibat ledakan bom itu, namun sang hakim lolos dari maut meski mengalami luka serius. RIZWAN TABASSUM / AFPAparat kepolisian Pakistan memeriksa mobil polisi yang hancur akibat bom yang ditujukan untuk seorang hakim ternama di kota Karachi, Rabu (26/6/2013). Tujuh orang tewas akibat ledakan bom itu, namun sang hakim lolos dari maut meski mengalami luka serius.
EditorErvan Hardoko

ISLAMABAD, KOMPAS.com — Sebuah bom yang ditujukan untuk seorang hakim ternama Pakistan meledak di kota bisnis Karachi, Rabu (26/6/2013), menewaskan 10 orang dan melukai sembilan orang lainnya. Sementara hakim yang menjadi sasaran hanya menderita luka-luka.

Bom itu ditujukan untuk membunuh Maqbool Baqir, seorang hakim pengadilan tinggi Provinsi Sindh, yang terletak di kota pelabuhan Karachi.

Bom yang dipasang di sebuah sepeda motor itu meledak saat mobil yang dikendarai Baqir melintasi pusat kota yang dipadati warga pada jam sibuk pagi hari.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, tujuh orang meninggal dunia," kata Menteri Informasi Sindh, Sharjeel Memon.

Memon menambahkan, salah seorang perwira dari pasukan paramiliter Rangers yang mengawal Baqir menjadi salah satu korban tewas.

Sementara itu, kepolisian Karachi mengatakan, Baqir sendiri dalam kondisi kritis dan kini dalam perawatan di rumah sakit.

"Saya bisa memastikan hakim Maqbool Baqir mengalami luka serius," kata perwira polisi Salman Syed kepada AFP.

Baqir memiliki reputasi sebagai seorang hakim jujur dan bertugas sebagai hakim pengadilan kasus terorisme yang dibentuk untuk pengadilan cepat kasus-kasus terorisme.

Karachi, kota berpenduduk 18 juta orang itu, menyumbang 42 persen untuk pendapatan Pakistan. Namun, beberapa tahun belakangan kerusuhan, pembunuhan, dan penculikan marak terjadi di kota ini bersamaan dengan kekerasan politik, etnis, dan sektarian.

Tahun lalu, sedikitnya 2.000 orang tewas dalam berbagai kasus kekerasan terkait etnis dan politik. Jumlah ini menjadi yang terbanyak dalam dua dekade terakhir.



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X