Salin Artikel

Trump: Pasukan AS Bakal Ditarik dari Suriah Secepatnya

Diwartakan Russian Today, Trump mengatakan kalau dia bakal segera menarik pasukan AS dari Suriah.

Trump menjelaskan, pasukan AS sudah tidak mempunyai target yang ingin dicapai setelah kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dikalahkan.

"Kami akan segera pergi dari Suriah secepatnya. Biarkan orang lain yang mengurus sisanya," kata Trump yang kemudian disambut tepuk tangan hadirin.

Presiden 71 tahun itu melanjutkan, pasukan AS yang membantu paramiliter Pasukan Demokratik Suriah (SDF) telah mengambil jantung pemerintahan ISIS di Raqqa Juni 2017.

"Pasukan AS akan segera keluar dari sana. Mereka bakal segera kembali ke AS, tempat di mana mereka seharusnya berada," jelas Trump.

Pernyataan Trump jelas membuat Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, dan Pentagon kalang kabut. Sebab, saat ini, mereka tidak memikirkan tentang penarikan.

Januari lalu, mantan Menlu Rex Tillerson berkata kalau kehadiran militer AS di Suriah tetap diperlukan.

Sebab, mereka di sana untuk memastikan adanya transfer kekuasaan dari rezim Presiden Bashar al-Assad.

Selain itu, Menhan James Mattis berujar, kemenangan Suriah dari ISIS masih jauh dari kata usai.

Sebab, saat ini operasi melawan ISIS terhalang dengan kampanye militer Turki yang menyerang basis kelompok paramiliter Kurdi, Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG).

"Biarkan saya berbicara spesifik. Operasi Turki di Afrin telah menghalangi SDF untuk membersihkan sisa anggota ISIS," kata Mattis pada Selasa (27/3/2018) dilansir CNN.

"Saat ini, kami tidak bisa melancarkan serangan kepada ISIS karena kami tidak ingin menarik perhatian yang lain," lanjutnya.

Seorang pejabat Kemenhan berkata bahwa terdapat tantangan jika Trump memerintahkan penarikan pasukan AS.

Salah satunya adalah masalah penanganan 400 anggota asing ISIS yang sudah ditawan oleh milisi SDF. "Saat ini, komando tidak merekomendasikan keputusan itu," tutur sumber tersebut.

Lebih lanjut, juru bicara Kemenlu Heather Nauert berujar kalau dia belum melihat komentar Trump tersebut.

Nauert mengaku tidak mendengar adanya rencana Trump untuk memulangkan sekitar 2.000 pasukan AS yang ada di Suriah.

"Saat ini, kami masih fokus untuk meminta bantuan negara lain guna membantu mengatasi masalah yang ada di Suriah," beber Nauert.

Komentar yang dilontarkan Trump seakan bertolak belakang dengan apa yang dia katakan ketika mengumumkan strategi soal perang di Afghanistan, Agustus 2017.

Saat itu, Trump menyatakan kalau kehadiran militer AS tidak mempunyai batas waktu. "Musuh tidak boleh mengetahui rencana kami, atau menunggu kami keluar," tuturnya dikutip dari ABC News.

https://internasional.kompas.com/read/2018/03/30/10162301/trump-pasukan-as-bakal-ditarik-dari-suriah-secepatnya

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.