Salin Artikel

Suriah Dirikan Pusat Rehabilitas Eks Anggota ISIS

Terletak di Marea, utara Suriah, Pusat Kontra-ideologi Terorisme Suriah merupakan rumah bagi sekitar 100 mantan pengikut ISIS.

Mereka berasal dari Suriah, Timur Tengah, dan bahkan ada yang berasal dari Eropa.

Salah seorang eks anggota ISIS, Mohammad Haj Ahmad menyatakan, dulunya dia mempunyai impian mendirikan negara Islam.

"Namun sekarang, kami mengambil kelas yang bisa menghapus kesalahan yang dulu pernah kami yakini," ujar Ahmad dilansir kantor berita AFP Selasa (12/12/2017).

Ahmad berasal dari Raqqa. Sebuah kota yang djadikan pusat kegiatan ISIS.

Ahmad bergabung ketika ISIS mendeklarasikan diri 2014, dan terlibat dalam perang mengerikan di Bandara Tabqa dekat Raqqa, dimana ISIS mengeksekusi 200 pasukan Suriah.

Ahmad melanjutkan, dia saat itu begitu yakin telah berada di kelompok yang tepat.

"Saat itu, saya merasa ISIS merupakan kelompok yang paling benar menegakkan agama. Sedangkan yang lain salah," kata pemuda 23 tahun tersebut.

Namun, saat ini Ahmad dan beberapa rekan sesama mantan anggota ISIS berjuang membersihkan paham-paham radikal dari diri mereka.

Sehingga, ketika mereka dinyatakan pulih, mereka bisa kembali ke masyarakat seperi sedia kala.

"Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan setelah berada di masyarakat. Mungkin berbisnis, melanjutkan studi, atau pergi ke Eropa," kata Ahmad.

Terapi dan Hak Sipil
Pusat rehabilitas itu didirikan di Marea pada 27 Oktober 2017.

Ketua pusat kontra-terorisme, Hussein Nasser berkata, dia membuka tempat itu setelah melihat para mantan pejuang ISIS yang kembali dari Aleppo menimbulkan masalah keamanan.

Mantan anggota ISIS itu ada yang bergabung secara sukarela. Namun, ada juga yang masuk ke sana sebagai bagian dari hukumannya selain penjara.

Mereka dibagi ke dalam tiga kategori;

  • Pejuang yang baru bergabung
  • Mereka yang sudah berperang bagi ISIS dalam jangka waktu yang lama
  • Pejuang asing dari Tunisia atau Uzbekistan


Nasser menyatakan, program rehabilitasi berlangsung selama enam bulan dengan opsi perpanjangan.

Aktivis, dokter, dan relawan yang mengelola tempat itu melakukan pendekatan dengan pengadilan agar bisa merawat eks anggota ISIS tersebut.

"Kursus ini sama dengan perawatan korektif, memberikan mereka pandangan positif akan diri dan kemampuan mereka," kata terapis psiko-sosial, Abdulkarim Darwish.

Darwish bakal mendengarkan setiap kisah hidup mereka, dan kemudian menggelar sesi terapi untuk melihat apa penyebab yang membuat mereka bergabung dengan ISIS.

Saat istirahat, eks anggota akan melaksanakan shalat, makan, sekedar berbaring di matras, atau bermain catur.

Bagi yang sudah berkeluarga, mereka bisa berkumpul dengan anak dan istri mereka yang juga memutuskan tinggal di sana.

Ashraf Nasir berkata, saat ini dia mulai menemukan semangat untuk kembali ke masyarakat, dan menebus segala masa lalunya.

"Saya adalah bagian masyarakat. Saya bukan berasal dari batu di Mars meski saya bergabung dengan Daesh (akronim ISIS dalam bahasa Arab)," ujar Nasir.

https://internasional.kompas.com/read/2017/12/12/11152881/suriah-dirikan-pusat-rehabilitas-eks-anggota-isis

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.