Kanada Berjanji Tak Akan Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem - Kompas.com

Kanada Berjanji Tak Akan Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Agni Vidya Perdana
Kompas.com - 08/12/2017, 11:06 WIB
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau saat berkunjungan ke China.FRED DUFOUR / AFP Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau saat berkunjungan ke China.

BEIJING, KOMPAS.com - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menegaskan pada Kamis (7/12/2017) akan tetap menempatkan kantor kedutaannya di Te Aviv.

Hal tersebut berseberangan dengan tetangga sekaligus sekutu Kanada, Amerika Serikat yang berencana memindahkan kantor kedutaan mereka ke Yerusalem, menyusul pernyataan pengakuan Presiden Trump terkait ibu kota Israel.

"Kami tidak akan memindahkan kantor kedutaan Kanada dari Tel Aviv," kata Trudeau dalam kunjungannya ke Guangzhou, China, dilansir New Arab.

Baca juga: 28 Negara Uni Eropa Peringatkan Trump Tak Pindah Kedutaan AS ke Yerusalem

Pernyataan Trudeau itu sekaligus menegaskan pernyataan sikap yang telah disampaikan sebelumnya oleh Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland pada Rabu (6/12/2017).

Saat itu, Freeland menyatakan posisi Kanada yang menilai status Yerusalem hanya dapat diselesaikan sebagai bagian dari penyelesaian perselisihan Palestina dan Israel.

"Kami sangat berkomitmen terhadap tujuan perdamaian yang komprehensif, adil dan abadi di Timur Tengah, termasuk pembentukan negara Palestina yang hidup berdampingan dalam kedamaian dan keamanan dengan Israel," katanya.

Keputusan Presiden Trump disambut oleh Israel namun dikecam banyak pemimpin dunia. Mulai dari PBB, Uni Eropa, Koalisi Arab, serta negara-negara lainnya.

Namun, dalam sebuah konferensi diplomatik di Yerusalem, Kamis lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku telah berkomunikasi dengan negara-negara yang ingin mengikuti langkah AS.

Pejabat Israel mengatakan, Ceko dan Filipina telah menyampaikan keinginannya untuk memindahkan kantor kedutaan mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pun demikian dengan Hungaria yang disebut tidak sepaham dengan Uni Eropa dalam pandangannya terhadap keputusan Trump.

Baca juga: Israel Klaim Sejumlah Negara Siap Ikuti Langkah Trump

Jerusalem atau sebagian orang membacanya sebagai Yerusalem, merupakan salah satu kota tertua di dunia. Nama Yerusalem begitu akrab di hati umat Kristen, Yahudi, dan Islam seluruh dunia termasuk di Indonesia sejak berabad-abad.

Kota ini unik dengan berbagai peninggalan sejarah yang amat penting bagi ketiga umat tersebut. Yerusalem, dalam bahasa Ibrani disebut Yerushalayim, dan dalam bahasa Arab disebut Al Quds. Di Indonesia, orang mengucapkannya sebagai Yerusalem.

 

PenulisAgni Vidya Perdana
EditorAgni Vidya Perdana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM