Gempa 7,3 SR Guncang Perbatasan Iran dengan Irak, Puluhan Tewas - Kompas.com

Gempa 7,3 SR Guncang Perbatasan Iran dengan Irak, Puluhan Tewas

Agni Vidya Perdana
Kompas.com - 13/11/2017, 07:40 WIB
Korban gempat mendapat pertolongan di Rumah Sakit Sulaimaniyah, Irak. Gempa berkekuatan 7,3 skala richter terjadi di perbatasan Iran-Irak menyebabkan setidaknya 61 tewas dan ratusan luka-luka.SHWAN MOHAMMED / AFP Korban gempat mendapat pertolongan di Rumah Sakit Sulaimaniyah, Irak. Gempa berkekuatan 7,3 skala richter terjadi di perbatasan Iran-Irak menyebabkan setidaknya 61 tewas dan ratusan luka-luka.

TEHERAN, KOMPAS.com - Gempa berkekuatan 7,3 skala richter mengguncang kawasan pegunungan perbatasan Iran dengan Irak pada Minggu (12/11/2017) malam waktu setempat.

Pernyataan resmi menyebutkan setidaknya 61 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

Gempa juga menyebabkan terjadinya tanah longsor yang menyulitkan tindakan penyelamatan.

Badan Survei Geologi AS mengatakan, titik gempa berada di sekitar 30 kilometer arah selatan kota Halabja, dekat perbatasan dengan Iran.

"Kami mendata ada 30 orang tewas di sejumlah kota," kata Wakil Gubernur Provinsi Kermanshah Iran, Mojtaba Nikkerdar.

Baca juga: Iran Nyatakan Tuduhan Arab Saudi Konyol dan Tak Berdasar

Jumlah korban diprediksi masih akan bertambah. Sementara tiga kamp bantuan darurat telah didirikan.

Pengiriman bantuan turut mengalami kendala setelah jalan menuju lokasi yang terdampak gempa tertutup tanah longsor.

Kantor berita Iran, IRNA melaporkan sebanyak 30 tim palang merah telah dikirim ke lokasi gempa. Beberapa ke lokasi di mana listrik telah terputus.

Gempa terjadi sekitar pukul 21.18 waktu setempat pada kedalaman sekitar 25 kilometer. Getaran gempa dirasakan hingga 20 detik di Baghdad, bahkan lebih lama di sejumlah wilayah di Irak. Demikian dilaporkan AFP.

Getaran akibat gempa juga dilaporkan dirasakan hingga Pakistan, Lebanon, Kuwait dan Turki, seperti dilaporkan kantor berita masing-masing negara.

Baca juga: Bantu Pemberontak Houthi, Saudi Sebut Iran Berusaha Menyatakan Perang

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAgni Vidya Perdana
EditorAgni Vidya Perdana
SumberAFP
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM