Terima Ancaman, Semua Gereja di Mesir Tunda Kegiatan Keagamaan - Kompas.com

Terima Ancaman, Semua Gereja di Mesir Tunda Kegiatan Keagamaan

Ervan Hardoko
Kompas.com - 14/07/2017, 14:39 WIB
Kerabat umat Kristen Koptik yang tewas ditembaki ISIS pada Jumat (26/5/2017) mengangkat peti jenazah usai misa pemakaman di katedral Abu Garnous Cathedral di kota Maghagha, provinsi Minya, Mesir.MOHAMED EL-SHAHED / AFP Kerabat umat Kristen Koptik yang tewas ditembaki ISIS pada Jumat (26/5/2017) mengangkat peti jenazah usai misa pemakaman di katedral Abu Garnous Cathedral di kota Maghagha, provinsi Minya, Mesir.

KAIRO, KOMPAS.com - Para pemimpin Gereja Koptik Mesir meminta umatnya membatalkan semua kegiatan dan aktivitas keagamaan sepanjang Juli setelah menerima ancaman.

Sejumlah sumber menyebut, peringatan itu diberikan secara langsung kepada pengelola gereja oleh perwakilan dari Paus Koptik.

"Peringatan itu disampaikan secara lisan pekan ini bukan secara tertulis demi mencegah kepanikan," kata seorang pejabat Gereja Koptik yang tak mau disebutkan namanya.

Juru bicara Gereja Koptik, Bolus Halim kepada kantor berita AFP membenarkan perintah penundaan sejumlah kegiatan.

Baca: ISIS Klaim Dalangi Penembakan yang Tewaskan 29 Umat Koptik Mesir

Sementara kantor berita Associated Press mengabarkan, peringatan tersebut disampaikan kepada pihak gereja dalam sebuah pertemuan dengan para perwira tinggi militer di kota Assiut.

Para pengurus gereja juga mendapatkan informasi bahwa tentara akan dikerahkan dengan didukung kendaraan lapis baja dan para snipers untuk melindungi sebuah biara yang menjadi lokasi kegiatan keagamaan beberapa pekan mendatang.

Peringatan yang sama juga diterima gereja Katolik Mesir dan gereja Evangelis di negeri itu.

Pendeta Andrea Zaki dari gereja Evangelis Mesir mengatakan, kegiatan di alam terbuka langsung dibatalkan tetapi jadwal kebaktian tetap berlangsung seperti biasa.

"Kami batalkan sejumlah konferensi dan kegiatan religius selama tiga pekan ke depan karena kami mendapat kabar bahwa pemerintah mendeteksi adanya rencana serangan," ujar Zaki.

Pada Mei lalu ISIS menyerang sekelompok umat Koptik yang sedang menuju ke sebuah biara di wilayah tengah Mesir dan menewaskan 29 orang.

Sebulan sebelumnya, 44 orang tewas dalam serangkaian serangan bom di sejumlah gereka Koptik bertepatan dengan misa Minggu Palem.

Baca: ISIS Ancam Kristen Mesir, Unggah Video Pengebom Gereja Koptik

PenulisErvan Hardoko
EditorErvan Hardoko
SumberAl Jazeera,
Komentar

Close Ads X