Dua Bulan Memerintah, Hanya 37 Persen Warga AS yang Menyukai Trump - Kompas.com

Dua Bulan Memerintah, Hanya 37 Persen Warga AS yang Menyukai Trump

Kompas.com - 20/03/2017, 12:26 WIB
NICHOLAS KAMM/ AFP Presiden Amerika Serikat Donald Trump

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Donald Trump baru sekitar dua bulan menjabat presiden Amerika Serikat tetapi level popularitasnya sudah jatuh ke titik terendah.

Menurut jajak pendapat yang digelar Gallup, akhir pekan lalu angka popularitas Trump anjlok hingga 37 persen.

Angka ini menjadi yang terendah sejak Trump menginjakkan kakinya di Gedung Putih pada 20 Januari lalu.

Banyak presiden yang mengalami level popularitas lebih rendah, tetapi menurut Gallup, inilah kali pertama dalam 70 tahun seorang presiden begitu tak populer di dua bulan pertama masa jabatannya.

Temuan Gallup ini muncul tak lama sebelum sidang Kongres terkait masalah Rusia dan dugaan negeri itu mencampuri pemilihan presiden AS tahun lalu.

Catatan buruk popularitas Trump ini juga muncul sehari sebelum Direktur FBI James Comey akan menyampaikan kesaksiannya di Kongres, Senin (20/3/2017), terkait tuduhan Trump yang menyebut Obama telah memerintahkan penyadapan terhadap dirinya.

Hasil jajak pendapat Gallup ini diperoleh dari wawancara telepon acak terhadap 1.500 warga dewasa AS selama tiga hari dengan margin error sebesar 3 persen.

Saat memasuki Gedung Putih pada Januari lalu, level popularitas Trump hanya 45 persen, tetapi sebulan kemudian angka itu meluncur jatuh menjadiu 38 persen.

Dalam pekan pertama pemerintahannya, Trump sudah menyerang badan-badan intelijen dan media massa yang dianggapnya "tak jujur" serta menyebarkan "berita bohong".

Perintah eksekutifnya terkait larangan perjalanan bagi warga tujuh negara dengan mayoritas berpenduduk Muslim ditentang sejumlah hakim federal.

Proyek besar Trump selanjutnya adalah menyingkirkan Obamacare, sebuah undang-undang yang memberikan jaminan kesehatan bagi 20 juta warga miskin AS.

Juga dalam dua bulan pertama pemerintahannya, Trump menuding para penentangnya mendapat bayaran dari George Soros dan gagal menangani masalah rasialisme dan anti-Semitisme.

Hubungan internasional AS dalam dua bulan ini juga dipenuhi kontroversi. Mulai dari ketegangannya dengan PM Australia Malcolm Turnbull hingga penundaan kunjungan Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto.

Kontroversi terakhir adalah ketika Trump menolak ajakan jabat tangan dari Kanselir Jerman Angela Merkel di Ruang Oval pada Jumat lalu.
 

EditorErvan Hardoko
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM