Untuk Lawan ISIS, Trump Hendak Tempatkan 1.000 Tentara di Kuwait - Kompas.com

Untuk Lawan ISIS, Trump Hendak Tempatkan 1.000 Tentara di Kuwait

Kompas.com - 09/03/2017, 13:21 WIB
BBC Terdapat sekitar 900 anggota keluarga personel militer AS di Adana dan Incirlik.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, sedang mempertimbangkan penempatan hingga 1.000 tentaranya di Kuwait sebagai kekuatan cadangan dalam memerangi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) karena milisi dukungan AS ingin mempercepat serangan di Suriah dan Irak.

Menurut pejabat AS, pada Rabu (9/3/2017), para pendukung opsi itu mengatakan, pemerintah akan memberikan keleluasaan yang besar bagi para komandan AS di lapangan untuk merespon cepat peluang yang tak terduga dan tantangan di medan perang.

Kantor berita Associated Press melaporkan, rencana Trump itu menunjukkan sebuah langkah maju dari praktek standar ganda di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama dahulu.

Namun, apakah hal itu berarti juga akan ada pengiriman beberapa pasukan cadangan yang berbasis di Kuwait, Suriah, dan Irak kepada komandan lokal.

Seorang pejabat AS, yang berbicara tanpa mau disebut namanya, mengatakan, langkah baru AS di bawah Trump itu terkait dengan upaya menyediakan pilihan dalam menghadapi perang.

Para pejabat mengatakan, pengiriman pasukan cadangan akan berbeda dengan kehadiran pasukan AS yang ada di Kuwait saat ini.

Tidak jelas apakah usulan tersebut mendapat dukungan dari Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis, yang bisa memilih untuk menggunakan alat-alat lain untuk memberikan kecakapan para komandan.

Juru bicara Pentagon, Kapten Jeff Davis, menolak untuk mengomentari pilihan yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintahan Trump tersebut.


EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X