Teuku Kemal Fasya

Kepala UPT Kehumasan dan Hubungan Eksternal Universitas Malikussaleh dan Dewan Pakar PW Nadhlatul Ulama Aceh. 

Amerika Meniru Indonesia?

Kompas.com - 17/11/2020, 09:26 WIB
Joe Biden saat pidato kemenangan di pilpres Amerika Serikat 2020. AP PHOTO/ANDREW HARNIK via DW INDONESIAJoe Biden saat pidato kemenangan di pilpres Amerika Serikat 2020.

Chavismo mengendalikan media massa dan mengarahkan aparat pemerintah sebagai alat kampanye dalam Pemilu.

Levitsky mengistilahkan para pemimpin itu dengan kaum autocrat, orang yang tidak dibesarkan dengan pengalaman demokrasi partai politik, tapi melesat tiba-tiba akibat krisis kepercayaan pada elite dan partai politik.

Mereka ini menggunakan kemampuan komunikasi populisme dan propaganda untuk menolak politik nasional, sambil mengharapkan “sang mesiah” hadir. Trump adalah bagian dari anomali demokrasi yang berhasil hadir dari rahim AS.

Mimikri dari Indonesia?

Praktik kemenangan AS inilah yang kemudian ditiru di Indonesia pada Pemilu 2019. Setelah politik demagogi, hate speech, dan populisme yang gagal dimenangkan oleh Prabowo–Hatta pada Pemilu 2014, daya ungkit kerusakan demokrasi itu kembali terulang di Pemilu 2019 ketika tim pendukung Prabowo–Sandi mencoba melakukan politik mimicry Trump yang berhasil di AS untuk dikontekstualisasikan di Indonesia.

Panjang umur demokrasi Indonesia bahwa politik populisme itu tidak menang, bahkan kalah dengan margin semakin melebar pada Pemilu 2019.

Namun, lagi-lagi sikap legowo tidak ditunjukkan oleh pasangan Prabowo–Sandi saat itu, malah membawa rumor kecurangan perhitungan suara ini ke sidang Mahkamah Konstitusi dengan pesan marah-marah di ruang publik.

Proses tentu tidak berhenti di situ, ketika aksi massa dengan merusak Jakarta sebagai daya tekan, telah memberikan “cacat demokrasi” pada pengalaman kepemiluan kita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Happy ending politik memang terjadi ketika Jokowi merangkul Prabowo dan tim Gerindra dalam Kabinet Indonesia Maju.

Tapi pengalaman 2019 telah meninggalkan masalah yang kini belum berhasil disembuhkan, yaitu menyatukan masyarakat yang telah terbelah oleh politik identitas (termasuk politisasi agama) dalam ranah publik.

Kisah dari Indonesia inilah yang kemudian sebagian menjadi pembelajaran bagi dunia, bahwa politik populisme dan identitas seharusnya tidak lagi meracuni demokrasi, karena akan merugikan bangunan bangsa ke depan.

Akhirul kalam, pemilu adalah ruang berkontestasi untuk menimbang nilai-nilai baik bagi demokrasi, yaitu hasrat dari suara rakyat untuk tumbuh dan berubah. Bukan menjadi arena demagogi untuk memperlebar sentimen antarwarga dan marah-marah.

Indonesia sudah berhasil melewati satu taraf kritis demokrasi. Kini Amerika Serikat lagi diuji untuk menuntaskannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.