Kompas.com - 10/02/2020, 14:43 WIB
Ilustrasi penumpang menggunakan masker untuk cegah penyebaran virus corona di pesawat SHUTTERSTOCK/LEK IN A BIG WORLDIlustrasi penumpang menggunakan masker untuk cegah penyebaran virus corona di pesawat

Anti-China juga dirasakan oleh Emily Jane O'Dell, seorang kolega profesor yang mengajar di Universitas Sichuan-Institut Pittsburgh, Republik Rakyat China, meski dia bukan orang Asia.

Emily Jane O'Dell melaporkan dalam counterpunch.org, sentimen anti-China dalam beberapa candaan rasis seperti dirty Asians dan sup kelelawar.

Menurut O'Dell, video tentang sup kelelawar yang sempat viral di media sosial itu diambil di Micronesia, bukan China.

Baca juga: Korban Meninggal Virus Corona di China Lebih dari 900 Orang

Teman O'dell yang berasal dari AS juga pernah mengatakan bahwa akan melemparkan semua orang China ke kamp pengasingan seperti yang telah mereka lakukan kepada orang Jepang.

Anti-China ini kemudian diketahui tidak hanya berada di AS tapi juga menyebar layaknya corona di Eropa, Korea Selatan, dan Filipina. 

Lebih jauh, O'Dell menceritakan kalau anggapan masyarakat dunia tentang Wuhan sangat berlebihan.

Kabar sensasional tentang pasar satwa liar di Wuhan yang terindikasi virus membuat abai pada seluruh aspek budaya dan sejarah yang ada di Wuhan. 

Menurut O'Dell, masyarakat China sebenarnya menghindari makanan yang memiliki unsur protein yang tidak biasa, yang di masa lampau menjadi makanan 'darurat' saat terjadi wabah kelaparan.

Meski stereotipe tentang China kebanyakan tentang konsumsi makanan kotor dan sisa-sisa hewan mati.

Kenyataannya, O'Dell menikmati makan malam di restoran dengan beragam makanan enak dan bernutrisi tinggi seperti Salad Vegan China, Pizza Vegan India, Pizza Amerika dan bahkan Tex-Mex burito dengan guacamole yang lezat.

Orang-orang China khususnya para pelajar di China juga fokus pada konservasi alam liar, pelestarian Hutan Amazon sebagai pusat paru-paru dunia dan upaya-upaya pengurangan jejak karbon. 

Baca juga: Korban Meninggal Virus Corona di China Lebih dari 900 Orang

Halaman:
Baca tentang


Sumber The Guardian,
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X