Kedutaan Besar AS di Irak Diserang, Trump Ancam Iran

Kompas.com - 01/01/2020, 18:48 WIB
Pengunjuk rasa merusak bilik keamanan di depan Kedutaan Amerika Serikat, saat mereka berkumpul untuk mengutuk serangan udara ke pangkalan milik Hashd al-Shaabi (pasukan paramiliter), di Baghdad, Irak, Selasa (31/12/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Thaier al-SudaniPengunjuk rasa merusak bilik keamanan di depan Kedutaan Amerika Serikat, saat mereka berkumpul untuk mengutuk serangan udara ke pangkalan milik Hashd al-Shaabi (pasukan paramiliter), di Baghdad, Irak, Selasa (31/12/2019).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Donald Trump melontarkan ancaman kepada Iran setelah Kedutaan Besar AS di Irak diserang.

Ucapan itu terjadi setelah massa yang merupakan pendukung faksi Hashed al-Shaabi menyerang dan membakar kedubes di Baghdad.

Trump menyatakan, serangan di Kedutaan Besar AS di Irak "diorkestrasi" oleh Iran, klaim yang dibantah oleh Teheran.

Baca juga: Demonstran Irak Pendukung Iran Serang Kedutaan Besar AS


Dalam kicauannya di Twitter, presiden 73 tahun itu menuturkan, kedubes mereka selamat berkat kesigapan militer yang ditunjang persenjataan canggih.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri karteker Adel Abdel Mahdi dan pemerintahan Irak yang bersedia menerima permintaan mereka.

"Iran bakal bertanggung jawab jika terjadi korban jiwa atau kerusakan di fasilitas kami," ujar Trump dilansir Sky News Selasa (31/12/2019).

"Mereka akan membayar HARGA YANG SANGAT MAHAL. Ini bukanlah peringatan. Ini ancaman. Selamat Tahun Baru!" lanjutnya.

Pada Selasa pagi waktu setempat, massa yang sebagian berbaju milisi berteriak "jatuhlah AS" atau "Matilah Amerika" serta "Matilah Israel" di luar kedubes.

Anggota milisi itu kemudian merangsek masuk dan mulai membakar bagian depan, dengan pasukan AS mulai berjaga di atap.

Kantor berita Reuters memberitakan, suara tembakan sempat terdengar dengan militer menembakkan gas air mata. 12 orang dilaporkan terluka.

Aksi protes itu terjadi setelah Pentagon menggelar serangan udara terhadap Hashed al-Shaabi pada Minggu (29/12/2019).

Pentagon menggelar serangan udara yang menyasar Brigade Hezbollah, salah satu faksi radikal Hashed al-Shaabi yang didukung Teheran.

Berdasarkan keterangan dari Hashed al-Shaabi, serangan itu tak hanya menewaskan 25 milisinya. Tetapi juga melukai 51 orang.

Serangan tersebut digelar sebagai balasan setelah seorang kontraktor sipil AS tewas dihantam roket pada Jumat (27/12/2019).

Baghdad merespons dan menyebut operasi militer dari AS itu merupakan bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan wilayah mereka.

Baca juga: Diancam Irak karena Serang Milisi Pro-Iran di Wilayahnya, Ini Jawaban AS

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Sky News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Internasional
Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Per 18 Februari 2020 Capai 1.863 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Per 18 Februari 2020 Capai 1.863 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Cerita Pasien Virus Corona yang Sudah Sembuh | Kampanye Bernie Sanders Diganggu Wanita Telanjang Dada

[POPULER INTERNASIONAL] Cerita Pasien Virus Corona yang Sudah Sembuh | Kampanye Bernie Sanders Diganggu Wanita Telanjang Dada

Internasional
Di Nevada, Wanita Bertelanjang Dada Ganggu Kampanye Bernie Sanders

Di Nevada, Wanita Bertelanjang Dada Ganggu Kampanye Bernie Sanders

Internasional
Hilang di AS, Cincin Wanita Ini Ditemukan di Finlandia 47 Tahun Kemudian

Hilang di AS, Cincin Wanita Ini Ditemukan di Finlandia 47 Tahun Kemudian

Internasional
Berencana Menyerang Masjid, Anggota Sayap Kanan di Jerman Ditangkap

Berencana Menyerang Masjid, Anggota Sayap Kanan di Jerman Ditangkap

Internasional
Geng Kriminal Curi Tisu Toilet di Tengah Wabah Virus Corona

Geng Kriminal Curi Tisu Toilet di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X