Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Kompas.com - 12/11/2019, 17:51 WIB
Eks Presiden Bolivia Evo Morales membentangkan bendera negara di tengah pesawat yang akan membawanya ke Meksiko, di mana dia mendapatkan suaka politik pasca-mengundurkan diri pada Minggu (10/11/2019).
Mexican Foreign Minister Marcelo Ebrard via Twitter via REUTERSEks Presiden Bolivia Evo Morales membentangkan bendera negara di tengah pesawat yang akan membawanya ke Meksiko, di mana dia mendapatkan suaka politik pasca-mengundurkan diri pada Minggu (10/11/2019).

LA PAZ, KOMPAS.com - Eks Presiden Bolivia Evo Morales berjanji dia akan kembali lebih kuat setelah memutuskan untuk mengungsi ke Meksiko.

Morales mengundurkan diri pada Minggu (10/11/2019) setelah gelombang protes buntut tiga pekan terakhir buntut kemenangannya di pemilu.

Dengan keadaan Bolivia yang tanpa pemimpin, setelah wakil dan sejumlah pejabat tinggi mundur, militer berjanji bakal membantu polisi memulihkan ketertiban.

Baca juga: Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko


Senator Jaenine Anez yang menggantikan Evo Morales berjanji bakal menggelar pemilu dini demi mengakhiri krisis politik sejak Oktober itu.

Eks Presiden Bolivia berusia 60 tahun itu meninggalkan La Paz dan bertolak menuju Meksiko setelah mendapatkan suaka politik di sana.

Menteri Luar Negeri Marcelo Ebrard dalam konferensi pers seperti diberitakan AFP Selasa (12/11/2019), membenarkan Morales ada di pesawat.

Dalam kicauannya di Twitter, dia menuturkan begitu sakit harus meninggalkan Bolivia. "Tapi saya akan kembali lebih kuat dan bertenaga," tegasnya.

Presiden pribumi Bolivia itu mengklaim, sekelompok "perusuh" sudah merusak kedua rumahnya pada Senin malam waktu setempat (11/11/2019).

Sementara pemimpin oposisi Carlos Mela dalam kicauannya di Twitter mengungkapkan ada sekelompok orang hendak menyerang kediamannya.

Seorang fotografer AFP menuturkan, dia melihat para warga sipil menangkapi pendukung Morales di La Paz, dan dibantu oleh aparat penegak hukum.

Toko maupun kantor dilaporkan ditutup pada Senin waktu setempat setelah terjadi penjarahan di kawasan seperti El Alto maupun La Paz sehari sebelumnya.

Sesuai dengan konstitusi, seharusnya setelah presiden mengundurkan diri, maka tongkat estafet kepemimpinan akan diserahkan wakilnya.

Jika tidak, maka bakal berpindah ke ketua Senat atau majelis rendah Kongres. Namun mereka semuanya dilaporkan sudah mengundurkan diri.

Selain mereka, sejumlah menteri Morales dan pejabat tinggi pemerintah mundur, dengan ada yang mencari perlindungan di Kedutaan Besar Meksiko di La Paz.

Baca juga: TV di Rusia Tawarkan Eks Presiden Bolivia Evo Morales Pekerjaan Jadi Presenter

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X