Media Korea Utara Sebut Kim Jong Un dan Trump Punya Hubungan "Khusus"

Kompas.com - 24/10/2019, 13:41 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan bersama Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Zona Demiliterisasi pada Minggu (30/6/2019). AFP/BRENDAN SMIALOWSKIPresiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan bersama Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Zona Demiliterisasi pada Minggu (30/6/2019).

PYONGYANG, KOMPAS.com - Media Korea Utara KCNA mengutip pejabat setempat berujar, Pemimpin Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump punya hubungan "khusus".

Analis menuturkan, komentar itu mengindikasikan Pyongyang masih berharap bisa menjalin kesepakatan secara langsung dengan Trump terkait senjata nuklir.

Meski, Washington berkali-kali menyatakan mereka baru bersedia mencabut sanksi jika Korea Utara mencabut program nuklir mereka.

Baca juga: Korea Utara Rilis Foto Kim Jong Un Berkuda di Gunung Keramat, Ini Pesan di Baliknya

Penasihat kementerian luar negeri Kim Kye Gwan kepada KCNA menuturkan, dia bertemu dengan Kim Jong Un beberapa hari yang lalu.

"Beliau menyatakan hubungannya dengan Presiden Trump terjalin begitu khusus," papar Kim Kye Gwan sebagaimana dikutip AFP Kamis (24/10/2019).

Ucapan sang penasihat itu terjadi beberapa hari setelah Trump mengatakan relasinya dengan Pemimpin Korea Utara itu berjalan baik.

"Saya menyukainya. Dia menyukai saya. Kami berhubungan baik. Saya menghormati dia, begitu juga dia menghormati saya," ulas Trump.

Pakar menjelaskan negara komunis itu mencoba mengeksploitasi kedekatan Kim dan Trump, untuk mengamankan konsesi AS dari perundingan nuklir.

Korea Utara berkali-kali memuji "keberanian luar biasa" Trump, dan meminta Washington untuk menggunakan "metode baru" pada akhir tahun ini.

Pakar Korut di Universitas Seoul Koh Yu-hwan berkata, Pyongyang tentu memahami bahwa AS bakal menentang sanksi dicabut sebelum dilakukan denuklirisasi.

Karena itu, mereka mencoba bernegosiasi langsung dengan Trump. "Korut memberi pesan tanpa arahan Trump, segala keputusan bakal gugur," ujarnya.

Penasihat Kim kepada KCNA menyatakan para pembuat kebijakan AS masih bermental Perang Dingin, dan bersikap bermusuhan kepada mereka.

"Saya dengan tulus berharap kekuatan untuk mengatasi segala rintangan akan diberikan atas dasar kedekatan hubungan," jelasnya.

Setelah saling melemparkan ancaman pada 2017, hubungan Trump dan Kim mencair dengan tiga kali menggelar pertemuan tingkat tinggi.

Yang pertama terjadi di Singapura pada Juni 2018, dengan Kim menyuarakan komitmennya untuk denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Namun negosiasi mengalami kebuntuan setelah pertemuan di Hanoi, Vietnam, akhir Februari ini, sebelum Trump dan Kim Jong Un menegaskan lagi komitmen mereka di Panmunjom, Korea Selatan, Juni lalu.

Baca juga: Diundang Kim Jong Un ke Pyongyang, Trump: Kami Belum Siap

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X