Diundang Kim Jong Un ke Pyongyang, Trump: Kami Belum Siap

Kompas.com - 17/09/2019, 16:02 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berbicara didampingi Presiden AS Donald Trump, di zona demiliterisasi (DMZ) Korea, Minggu (30/6/2019). Kedatangan Trump ke zona demiliterisasi Korea awalnya diagendakan untuk pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, namun Presiden Moon mengatakan fokus akan lebih kepada pertemuan Trump dengan Kim Jong Un. AFP/BRENDAN SMIALOWSKIPemimpin Korea Utara Kim Jong Un berbicara didampingi Presiden AS Donald Trump, di zona demiliterisasi (DMZ) Korea, Minggu (30/6/2019). Kedatangan Trump ke zona demiliterisasi Korea awalnya diagendakan untuk pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, namun Presiden Moon mengatakan fokus akan lebih kepada pertemuan Trump dengan Kim Jong Un.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal dia belum bisa memenuhi undangan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un untuk berkunjung ke Pyongyang.

"Saya berpikir kami belum siap. Saya kira kami harus melalui beberapa jalan," terang Trump kepada awak media dikutip AFP Senin (16/9/2019).

Baca juga: Kim Jong Un Undang Trump ke Ibu Kota Korea Utara Pyongyang

"Relasi (dengan KIm Jong Un) sangatlah bagus," jelas Trump. Tapi, dia merasa bukan waktu yang tepat untuk berkunjung ke Pyongyang.

Presiden 73 tahun itu mengatakan, tidak menutup kemungkinan dia akan mengunjungi ibu kota Korea Utara itu di masa depan dan melakukan pertemuan dengan Kim.

"Dan apa pun yang akan terjadi, saya yakin dia (Kim Jong Un) akan sangat menyukai ide untuk berkunjung ke AS," terang presiden ke-45 AS itu.

Sebelumnya, Kim mengundang Trump untuk berkunjung ke Pyongyang dalam surat pribadi mereka, seperti dirilis harian Korea Selatan (Korsel), JoongAng Ilbo.

Isi dalam surat itu menjadi penegasan undang yang sama, yang diutarakan oleh Kim ketika bertemu Trump di Zona Demiliterisasi akhir Juni lalu.

Pada saat yang sama, Korut menginginkan mereka mendapat jaminan keamanan dari AS sebagai syarat jika ingin melanjutkan perundingan denuklirisasi.

Negosiasi denuklirisasi di antara dua negara mengalami kebuntuan setelah pertemuan kedua antara Trump dan Kim di Hanoi, Vietnam, pada akhir Februari.

Keduanya sepakat untuk melanjutkan perundingan denuklirisasi setelah bertemu di desa kepercayaan Panmunjom yang memisahkan antara Korut dan Korsel.

Namun beberapa jam kemudian, Pyongyang tiba-tiba melakukan serangkaian uji coba senjata yang sempat diyakini sebagai rudal balistik.

Baca juga: Dibebaskan Pyongyang, Mahasiswa Australia Disarankan Tak Kembali ke Korea Utara

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Internasional
Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Internasional
China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

Internasional
Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Internasional
Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Internasional
Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Internasional
Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Internasional
Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Internasional
Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Internasional
Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Internasional
King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

Internasional
Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Internasional
Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Internasional
Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Internasional
Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X