Iran Izinkan Wanita Hadiri Pertandingan Sepak Bola untuk Pertama Kali dalam 40 Tahun

Kompas.com - 09/10/2019, 11:44 WIB
Fans perempuan Iran menyanyikan lagu kebangsaan saat tim nasional Iran beruji coba dengan Bolivia di Stadion Azadi Teheran, Selasa (16/10/2018). ISNA/Hamid AmlashiFans perempuan Iran menyanyikan lagu kebangsaan saat tim nasional Iran beruji coba dengan Bolivia di Stadion Azadi Teheran, Selasa (16/10/2018).

TEHERAN, KOMPAS.com - Pemerintah Iran menepati janjinya untuk mengizinkan kaum wanita menyaksikan pertandingan sepak bola di stadion untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.

Para wanita penggemar olahraga sepak bola dipastikan bakal bisa hadir untuk menyaksikan pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Iran melawan Kamboja di Stadion Azadi, Teheran, pada Kamis (10/10/2019).

Hal tersebut setelah organisasi sepak bola dunia, FIFA, mengancam bakal mencoret tim nasional Iran jika tidak mengubah kebijakan kontroversialnya yang hanya memperbolehkan kaum pria untuk menonton pertandingan di stadion.

Iran telah melarang penonton wanita dari menyaksikan pertandingan sepak bola secara langsung di stadion sejak sekitar 40 tahun lalu, dengan ulama berpendapat bahwa kaum wanita harus dilindungi dari atmosfer maskulin dan memandang pria berpakaian semi-terbuka.

Baca juga: Iran Jamin Izinkan Wanita ke Stadion untuk Tonton Laga Kualifikasi Piala Dunia di Teheran

Namun untuk pertandingan Kamis mendatang, para wanita dapat membeli tiket yang telah mulai dijual.

"Penjualan tiket tahap pertama langsung habis dalam waktu kurang dari satu jam dan tiket untuk kursi tambahan juga ludes dalam waktu singkat," tulis media pemerintah.

Seorang pejabat kementerian olahraga Iran mengatakan bahwa stadion berkapasitas hingga 100.000 penonton itu siap menampung lebih banyak wanita, dengan 3.500 wanita dipastikan telah memegang tiket pertandingan.

"Saya masih belum percaya ini akan terjadi karena setelah bertahun-tahun bekerja di bidang ini dengan menonton semuanya di televisi, sekarang saya akan dapat mengalami semuanya secara langsung," kata Raha Poorbakhsh, seorang jurnalis sepakbola.

Baca juga: Ditangkap karena Menonton Laga Sepak Bola di Stadion, Seorang Wanita Iran Tewas Bakar Diri

Meski mengizinkan wanita untuk memasuki kawasan stadion dan menyaksikan pertandingan, namun mereka akan tetap dipisahkan dari penonton pria, dengan sekitar 150 polisi wanita akan ditempatkan untuk turut mengawasi, demikian menurut kantor berita Fars.

Desakan kepada pemerintah Iran untuk menghapus aturan yang melarang kaum wanita menonton pertandingan di stadion semakin kuat setelah insiden seorang wanita penggemar sepakbola meninggal usai membakar dirinya sendiri.

Wanita yang kemudian dijuluki sebagai "Gadis Biru" itu nekat bakar diri setelah terancam bakal dipenjara, usai ditahan karena masuk ke stadion untuk menghadiri pertandingan dengan berpakaian sebagai laki-laki.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X