Ini Isi Telepon dengan Presiden Ukraina yang Buat Trump Terancam Dimakzulkan

Kompas.com - 26/09/2019, 14:06 WIB
Presiden AS Donald Trump (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat keduanya bertemu di sela-sela Sidang Umum PBB, Rabu (25/9/2019). AFP / SAUL LOEBPresiden AS Donald Trump (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat keduanya bertemu di sela-sela Sidang Umum PBB, Rabu (25/9/2019).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pada Rabu (25/9/2019), Gedung Putih merilis transkrip percakapan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

Tuduhan bahwa dia berusaha menjegal Joe Biden dalam Pilpres AS 2020 membuat dia terancam dimakzulkan dalam penyelidikan yang dipimpin Demokrat.

Putra Biden dituding terlibat dalam skandal bisnis di Ukraina. Namun, di sana dia tidak mendapat tuduhan atau menjalani pengadilan.

Baca juga: Selain Trump, Ini 3 Presiden AS yang Pernah Menghadapi Pemakzulan

Dilansir AFP, berikut sejumlah poin percakapan telepon dengan Presiden Ukraina Zelensky yang membuat Trump terancam dimakzulkan.

"Apa Pun yang Bisa Anda Lakukan"

"Ada banyak pembicaraan tentang putra Biden. Bahwa Joe Biden menghentikan penuntutan dan banyak orang ingin tahu. Jadi, apa pun yang bisa Anda lakukan bagi Kejaksaan Agung AS akan sangat menyenangkan."

"Biden berkata ke mana-mana bahwa dia menghentikan penuntutan. Jadi, jika mungkin Anda berkenan memeriksanya... Sangat mengerikan bagi saya."

Giuliani Tahu yang Terjadi

"Tuan Giuliani (pengacara Trump, Rudy Giuliani) adalah pria terhormat. Dia dulunya Wali Kota New York. Dia wali kota yang hebat. Saya ingin dia agar menelepon Anda bersama Jaksa Agung William Barr."

"Rudy cukup tahu apa yang sedang terjadi dan dia adalah sosok yang mumpuni. Jika Anda berkenan meneleponnya, itu sangat bagus."

Baca juga: Trump Sebut Alasan Pemakzulan Dirinya adalah Sebuah Lelucon

AS "Sangat, Sangat Akrab dengan Ukraina"

"Amerika Serikat sangat, sangat akrab dengan Ukraina. Saya tidak mengatakannya sebagai timbal balik. Namun AS sangat, sangat akrab dengan Ukraina."

"Bantulah Kami"

Setelah Zelensky mulai mengungkapkan keinginan membeli militer AS, Trump bertanya soal peretasan surel Demokrat soal dugaan keterlibatan Rusia dalam Pilpres 2016.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X