Polisi Sri Lanka Cari Korban Selamat Serangan Bom Bunuh Diri Minggu Paskah

Kompas.com - 05/09/2019, 22:49 WIB
Aparat keamanan Sri Lanka berjalan di antara puing di dalam gereja St Sebastian, Negombo, sebelah utara Kolombo. Gereja ini menjadi salah satu tempat yang menjadi sasaran ledakan pada Minggu (21/4/2019). AFP/STRAparat keamanan Sri Lanka berjalan di antara puing di dalam gereja St Sebastian, Negombo, sebelah utara Kolombo. Gereja ini menjadi salah satu tempat yang menjadi sasaran ledakan pada Minggu (21/4/2019).

COLOMBO, KOMPAS.com - Kepolisian Sri Lanka mengeluarkan permohonan untuk mencari tujuh orang korban selamat dalam insiden serangan bom bunuh diri Minggu Paskah untuk membantu penyelidikan.

Ketujuh orang yang diduga berada di lokasi insiden itu hilang tanpa memberi keterangan kepada petugas penyelidik.

Dilansir AFP, juru bicara kepolisian Sri Lanka, Ruwan Gunasekera, tim penyelidik telah meminta keterangan dari 81 korban selamat. Namun mereka ingin berbicara dengan tujuh korban lainnya yang meninggalkan rumah sakit tanpa memberi rincian kontak.

Baca juga: Diprotes Warga, Makam Pelaku Pembom Bunuh Diri Sri Lanka Dipindah


"Pihak Departemen Investigasi Kriminal (CID) sangat ingin berbicara dengan mereka dan kami mengeluarkan permohonan untuk melacak orang-orang ini sehubungan dengan serangan bom itu," kata Gunasekera kepada wartawan di Colombo, Kamis (5/9/2019).

Gunasekera tidak mengatakan bahwa mereka mencurigai para korban yang menghilang terlibat dengan pelaku serangan bom bunuh diri pada 21 April yang menewaskan sedikitnya 258 orang dan melukai hampir 500 lainnya.

"Sejauh ini polisi telah menyita aset senilai 600 juta rupee (sekitar 46 miliar) dari para pelaku bom bunuh diri dan keluarga dekat mereka."

"Total sebanyak 293 orang masih ditahan saat ini untuk penyelidikan lebih lanjut," ujar Gunasekera, dikutip AFP.

Baca juga: Penyelidik Sebut Serangan Bom Paskah di Sri Lanka Tak Berkaitan Langsung dengan ISIS

Sementara Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, yang juga menjabat sebagai menteri hukum dan ketertiban, mengatakan bahwa semua yang bertanggung jawab atas serangan itu telah terbunuh atau ditahan.

Keadaan darurat dinyatakan tidak lama setelah serangan bom pada Minggu Paskah itu, yang diperpanjang hingga empat bulan kemudian pada bulan Agustus.

Pemerintah Sri Lanka menyebut kelompok jihad lokal, National Thowheeth Jamaat (NTJ) sebagai kelompok yang bertanggung jawab atas serangan, yang diklaim ISIS tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Internasional
Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Internasional
Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X