RUU Esktradisi Hong Kong Dicabut, Upaya China Mendinginkan Krisis?

Kompas.com - 05/09/2019, 16:30 WIB
Pengunjuk rasa pro-demokrasi berusaha melempar balik gas air mata ke arah polisi, saat terjadi bentrokan di Tseun Wan, Hong Kong, Minggu (25/8/2019). Aksi protes telah bergulir selama 3 bulan terakhir di Hong Kong, dimulai ketika Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam memperkenalkan undang-undang yang bisa mengekstradisi kriminal ke China daratan. AFP/LILLIAN SUWANRUMPHAPengunjuk rasa pro-demokrasi berusaha melempar balik gas air mata ke arah polisi, saat terjadi bentrokan di Tseun Wan, Hong Kong, Minggu (25/8/2019). Aksi protes telah bergulir selama 3 bulan terakhir di Hong Kong, dimulai ketika Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam memperkenalkan undang-undang yang bisa mengekstradisi kriminal ke China daratan.

HONG KONG, KOMPAS.com - Pemimpin Hong Kong Carrie Lam telah mengumumkan mencabut RUU Ekstradisi kontroversial yang menjadi penyebab krisis selama tiga bulan terakhir.

Dalam konferensi pers Kamis (5/9/2019), Lam menjelaskan dia memutuskan mencabutnya setelah bertemu sejumlah kelompok dan tokoh masyarakat beberapa pekan terakhir.

Dia menuturkan, pencabutan RUU Ekstradisi merupakan bentuk upaya memulihkan krisis serta berusaha memulai kembali dialog dengan pendemo yang lebih moderat.

Baca juga: Pemimpin Hong Kong: China Dukung RUU Ekstradisi Dicabut

Dilansir SCMP, dia menyanggah jika kebijakannya itu terjadi karena intervensi China. Dia menegaskan sejak pengusulan hingga pencabutan adalah keputusannya sendiri.

"Selama proses berlangsung, pemerintah pusat (China) bersikap bahwa saya tahu apa yang saya lakukan, dan memberi dukungan sepenuhnya," tutur Lam.

Tetapi menurut analis politik Dixon Sing, sulit menampik peran Negeri "Panda" dalam pengumuman itu. "Saya pikir Beijing berusaha mendinginkan krisis," katanya.

Kepada kantor berita AFP, Sing menyebut dengan adanya pengumuman Lam, maka kemungkinan China mengerahkan pasukannya ke Hong Kong "hampir mendekati nol".

Pernyataan pada Rabu (4/9/2019) terjadi sehari setelah muncul pemberitaan mengenai rekaman yang bocor, di mana Lam mengungkapkan China menolak keinginannya mencabut RUU.

Sejumlah pendemo menyebut keputusannya itu "sangat sedikit dan sudah terlambat" dengan menyebut 1.000 rekan mereka ditangkap, dan banyak demonstran terluka.

"Jika Lam melakukannya dua bulan lalu, mungkin tidak situasi seperti ini," kata Felix Chung, politisi pro-China yang ikut dalam pertemuan dengan Lam.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X