Selain Menarik RUU Ekstradisi, Ini Langkah Pemimpin Hong Kong Redam Krisis

Kompas.com - 04/09/2019, 19:10 WIB

HONG KONG, KOMPAS.com - Pemimpin Hong Kong Carrie Lam sudah mengumumkan bakal menarik RUU Ekstradisi yang menjadi penyebab krisis serius dalam tiga bulan terakhir.

"Secara formal, pemerintah bakal mencabut rancangan itu demi memulihkan ketertiban publik," ujar Lam dalam rekaman video yang dirilis oleh kantornya.

Pernyataan yang disampaikan Lam jelas menjadi berita besar. Pasalnya, selama ini Lam baru menyatakan RUU Ekstradisi itu "sudah mati". Tapi dia tak pernah menariknya.

Baca juga: Hong Kong Putuskan Cabut RUU Ekstradisi yang Kontroversial, tapi...

Dilansir AFP Rabu (4/9/2019), oposisi Hong Kong pun khawatir berbekal ucapan itu, pemerintahannya bakal mengaktifkan kembali pembahasan peraturan itu jika krisis mereda.

Dalam pernyataan dengan nada yang mengajak rekonsiliasi, Lam juga menerapkan kebijakan lain untuk meredam pergerakan yang sudah berlangsung sejak Juni itu.

Dia mengimbau kepada demonstran menanggalkan kekerasan, dan memilih dialog dengan pemerintah. "Mari ganti konflik dengan dialog, dan cari solusinya," katanya.

Pemimpin berusia 62 tahun itu berjanji pemerintahannya akan mematuhi laporan rekomendasi yang dibuat oleh Dewan Keluhan Polisi Independen (IPCC).

Dia menegaskan mulai bulan ini, dia dan jajarannya bakal turun langsung untuk berdialog dengan massa. "Kami harus menemukan cara menangani keluhan dan mencari solusinya," lanjutnya dikutip Reuters.

Penarikan RUU Ekstradisi itu merupakan satu dari lima tuntutan utama pengunjuk rasa yang turun ke jalan, dan memberikan tantangan besar bagi China.

Dia mengumumkan rencana untuk menggelar dialog supaya masyarakat bisa membagikan pandangan dan menyuarakan keluhan mereka selama pertemuan berlangsung.

Dia juga berniat menerjunkan akademisi hingga profesional untuk meninjau problem warga, dan memberikan masukan serta solusi kepada pemerintah Hong Kong.

Lam kemudian mengatakan penarikan RUU Ekstradisi bakal dimulai saat parlemen bersidang Oktober nanti, dan memperingatkan supaya pendemo berhenti melakukan kekerasan.

Lam menyebut kekerasan dan tantangan kepada pemerintah China bakal menempatkan pusat finansial dunia itu di posisi yang "berbahaya serta rapuh".

"Prioritas utama kami tentunya mengakhiri kerusuhan, menjaga penegakan hukum, memulihkan ketertiban, dan menyelamatkan masyarakat," pungkas Lam.

Baca juga: Pemimpin Hong Kong Bakal Tarik UU Ekstradisi, Pendemo: Sudah Terlambat

Diperkenalkan sejak Februari ini, RUU Ekstradisi itu pada dasarnya diciptakan untuk mengirim kembali pelaku kejahatan ke berbagai tempat, termasuk China.

Masuknya China kemudian menjadi kekhawatiran tersendiri karena aktivis pro-demokrasi takut jika yurisdiksi unik yang jadi bagian "satu negara, dua sistem" bakal terhapuskan.

Aksi protes itu pertama kali berlangsung pada 31 Maret. Namun Juni menjadi tolok ukur setelah oposisi mengklaim pergerakan mereka diikuti oleh jutaan orang.

Aksi pendemo itu jelas menjadi tantangan besar bagi China yang menerima Hong Kong dari Inggris pada 1997. Beijing berulang kali mengecam aksi protes tersebut.

Tekanan dan krisis besar selama tiga bulan terakhir sempat membuat Lam mengaku dia ingin mengundurkan diri jika bisa memilih, berdasarkan rekaman yang bocor ke publik.

Baca juga: Hong Kong Putuskan Cabut RUU Ekstradisi yang Picu Gelombang Demonstrasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.