Ada Sanksi AS, Angkatan Laut Myanmar Malah Gabung Latihan Maritim Bersama ASEAN

Kompas.com - 28/08/2019, 21:19 WIB
Kapal Angkatan Laut Myanmar, Mahar Bandoola, saat mengikuti latihan di Teluk Thailand pada November 2014. SHUTTERSTOCKKapal Angkatan Laut Myanmar, Mahar Bandoola, saat mengikuti latihan di Teluk Thailand pada November 2014.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Angkatan Laut Myanmar dijadwalkan bakal bergabung dalam latihan maritim gabungan bersama AS di wilayah Asia Tenggara pada pekan depan.

Latihan militer gabungan itu dilangsungkan di tengah sanksi AS yang diberlakukan terhadap panglima tertinggi dan tiga tokoh senior Myanmar terkait tragedi operasi militer berdarah yang memicu 740.000 kaum etnis Rohingya melarikan diri ke Bangladesh, dua tahun lalu.

Latihan tersebut digelar di tengah peningkatan keterlibatan AS di wilayah Asia Tenggara dan ketegangan antara China dengan beberapa negara ASEAN atas klaimnya terhadap kawasan Laut China Selatan.

Kendati demikian, keikutsertaan Angkatan Laut Myanmar dalam latihan militer gabungan disebut tidak melanggar sanksi AS.


Baca juga: 3.500 Pengungsi Rohingya di Bangladesh Dibebaskan untuk Kembali ke Myanmar

Meski tetap ada tekanan untuk dilakukannya peningkatan isolasi terhadap militer Myanmar dan perluasan sanksi, serta menuntut para pemimpin atas tindakan genosida etnis minoritas.

"Keikutsertaan kami dalam latihan gabungan ini karena diundang sebagai bagian dari ASEAN," kata juru bicara kantor panglima tertinggi Myanmar, Zaw Min Tun, seperti dikutip AFP, Rabu (28/8/2019).

Ditambahkan Min Tun, agenda latihan gabungan akan dimulai di Teluk Thailand pada 2 September mendatang, dengan fokus pada isu kejahatan, pembajakan, dan keamanan.

Sementara terkait sanksi larangan bepergian terhadap petinggi militer Myanmar menjadi permasalahan yang berbeda.

" Sanksi yang dijatuhkan (AS) bersifat personal dan latihan ini merupakan koordinasi antara ASEAN dengan AS," lanjut Min Tun.

Baca juga: Myanmar Perintahkan Penutupan Layanan Internet Sementara di Rakhine

Terpisah, Departemen Luar Negeri AS mengatakan dalam pernyataan kepada media, bahwa latihan militer gabungan dengan 10 negara blok regional itu akan membawa kesempatan bekerja sama dengan setiap anggota ASEAN, mengenai prioritas keamanan maritim bersama di kawasan itu.

Sebuah misi pencari fakta PBB telah menyerukan agar panglima tertinggi militer Myanmar, Min Aung Hlaing, untuk dihadapkan kepada tuduhan kejahatan genosida, setelah mendokumentasikan aksi pembakaran, pembunuhan di luar pengadilan, serta pemerkosaan, selama operasi militer terhadap Rohingya pada Agustus 2017.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
Terungkap, Pelaku Penembakan Pangkalan AL Pensacola Sebut AS 'Negara Iblis'

Terungkap, Pelaku Penembakan Pangkalan AL Pensacola Sebut AS "Negara Iblis"

Internasional
Jenazah Pelaku Teror London Bridge yang Tewaskan 2 Orang Dikuburkan di Pakistan

Jenazah Pelaku Teror London Bridge yang Tewaskan 2 Orang Dikuburkan di Pakistan

Internasional
Inilah Identitas Tentara Arab Saudi yang Jadi Pelaku Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola

Inilah Identitas Tentara Arab Saudi yang Jadi Pelaku Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Peringatan China kepada AS | Jokowi Dapat Penghargaan Asian of the Year

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Peringatan China kepada AS | Jokowi Dapat Penghargaan Asian of the Year

Internasional
Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Wanita India Ditembak di Wajah

Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Wanita India Ditembak di Wajah

Internasional
Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Internasional
Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Internasional
3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

Internasional
Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Internasional
Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Internasional
Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Internasional
Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Internasional
Korea Utara Sebut Trump sebagai 'Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan'

Korea Utara Sebut Trump sebagai "Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan"

Internasional
4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X