Kanada Cabut Gelar Warga Negara Kehormatan Pemimpin Myanmar

Kompas.com - 28/09/2018, 15:08 WIB
Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi berbicara di ajang World Economic Forum on ASEAN di Hanoi, Kamis (13/9/2018). AFP/YE AUNG THUPemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi berbicara di ajang World Economic Forum on ASEAN di Hanoi, Kamis (13/9/2018).

OTTAWA, KOMPAS.com - Parlemen Kanada dilaporkan menyetujui usulan untuk menghapus gelar warga negara kehormatan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi.

AFP via Asia One melaporkan Jumat (28/9/2018), reputasi internasional Suu Kyi ternoda setelah dia terkesan enggan mengecam krisis yang menimpa etnis Rohingya di Rakhine.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Adam Austen berkata, Majelis Rendah memberikan gelar kehormatan kepada peraih Nobel Perdamaian 1991 itu pada 2007.

Baca juga: Aung San Suu Kyi Bela Vonis Penjara untuk Dua Jurnalis Reuters


"Namun, mulai saat ini Majelis secara bulat menyetujui pencabutan status tersebut," ungkap Austen dalam keterangan resmi Kamis (27/9/2018).

Austen menjelaskan, keengganan untuk menyebut bahwa militer Myanmar telah melakukan genosida kepada Rohingya menjadi dasar pencabutan itu.

Dia menambahkan, pemerintahan Perdana Menteri Justin Trudeau bakal memberikan bantuan kemanusiaan kepada Rohingya.

"Kami juga bakal menjatuhkan sanksi kepada para jenderal yang terlibat, dan menuntut mereka untuk diadili di mahkamah internasional," papar dia.

Selain Suu Kyi, gelar kehormatan itu diberikan kepada empat orang lain. Termasuk Pemimpin Tibet Dalai Lama hingga mendiang Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela.

Operasi militer yang pecah di Rakhine pada 25 Agustus 2017 memaksa sekitar 700.000 warga Rohingya untuk mengungsi.

Sebagian besar orang Rohingya melarikan diri dan menetap di kampa pengungsian Kutupaling, Cox's Bazaar, Bangladesh.

Tim pencari fakta yang dibentuk PBB memberikan laporan setebal 444 halaman bahwa para jenderal Myanmar harus dihadapkan pada Mahkamah Krimiinal Internasional (ICC).

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Asia One
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X