Kompas.com - 09/05/2019, 22:43 WIB
Petugas departemen penahanan Myanmar tiba di penjara di Shwebo, Sagaing, tempat terjadinya kerusuhan pada Rabu (8/5/2019) malam. AFP / KAUNG ZAW HEINPetugas departemen penahanan Myanmar tiba di penjara di Shwebo, Sagaing, tempat terjadinya kerusuhan pada Rabu (8/5/2019) malam.

SHWEBO, KOMPAS.com - Empat tahanan dilaporkan tewas dalam kerusuhan di penjara Myanmar, pada Rabu (8/5/2019) malam.

Insiden tersebut terjadi setelah pemerintah Myanmar memberikan amnesti kepada 6.000 tahanan, termasuk dua wartawan Reuters, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo.

"Kerusuhan itu terjadi di penjara Shwebo di wilayah Sagaing," ujar menteri utama wilayah Sagaing, Myint Naing, seperti dikutip AFP, Kamis (9/5/2019).

"Para narapidana itu menuntut untuk hak yang sama dan mereka menjadi anarkis," ujarnya, menambahkan bahwa situasi penjara saat ini sudah kembali di bawah kendali.

Myint menyebut sebanyak empat tahanan dilaporkan tewas selama kerusuhan, namun dia tidak menjelaskan secara rinci bagaimana para tahanan itu meninggal.

Baca juga: Pengadilan Myanmar Jatuhi Pemimpin Rakhine Hukuman 20 Tahun Penjara

Sementara, juru bicara militer Myanmar, Zaw Min Tun, mengatakan bahwa para pejabat untuk urusan perbatasan telah dikumpulkan untuk mengendalikan situasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami mendengar ada beberapa kali suara tembakan. Kami juga menerima laporan tentang kerusuhan yang juga terjadi di penjara di negara bagian Karen dan Kachin," ujarnya.

Insiden kerusuhan di penjara di Shwebo itu terjadi hanya selang beberapa hari setelah lebih dari 6.000 narapidana dibebaskan usai mendapat pengampunan dari Presiden Win Myint.

Pengampunan para tahanan itu sebagai bagian dari agenda pemberian amnesti tahunan oleh pemerintah Myanmar.

Menurut laporan surat kabar lokal, Eleven Media, direktur departemen penjara Min Tun Soe mengatakan bahwa aksi kerusuhan di penjara dipicu oleh kemarahan dan kekecewaan sebagian narapidana yang tidak termasuk dalam daftar penerima amnesti presiden.

Secara total, telah ada sebanyak 23.000 tahanan di penjara Myanmar yang dibebaskan dalam tiga kali kesempatan pemberian amnesti presiden sejak 17 April lalu.

Sebagian besar dari mereka yang menerima amnesti dan dibebaskan adalah para narapidana yang menjalani hukuman penjara untuk kejahatan narkoba ringan.

Namun di antara mereka termasuk dua jurnalis Reuters yang telah ditahan selama 500 hari karena melaporkan tentang krisis Rohingya di Rakhine.

Baca juga: Setelah Ditahan Selama 500 Hari, 2 Jurnalis Reuters Dibebaskan Myanmar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.