Kompas.com - 20/08/2019, 15:54 WIB

HONG KONG, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri Inggris mengungkapkan "kekhawatiran" menyusul laporan adanya pegawai konsulat Hong Kong yang diduga ditahan otoritas China.

Konsulat Hong Kong menolak memberikan identitas siapa karyawan mereka yang ditahan, atau memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai insiden yang terjadi.

Baca juga: Terungkap, China Pakai Twitter dan Facebook untuk Lawan Peserta Demo Hong Kong

Namun berdasarkan pemberitaan media lokal HK01, si pegawai itu tidak kembali setelah bepergian ke Shenzhen untuk urusan bisnis di perbatasan Hong Kong pada 8 Agustus.

Dalam pernyataannya, Kantor Kemenlu dan Persemakmuran Inggris menyatakan sangat khawatir dengan bahwa ada salah satu dari timnya yang ditahan otoritas China di Shenzhen.

"Kami memberikan dukungan bagi keluarganya dan berusaha mendapatkan informasi lebih jauh dari otoritas Provinsi Guangdong maupun Hong Kong," ujar kemenlu dikutip AFP Selasa (20/8/2019).

Insiden itu terjadi di tengah aksi protes pro-demokrasi yang melanda pusat finansial dunia itu dalam 12 pekan terakhir, dan kadang disertai gesekan antara polisi dan pendemo.

Beijing mulai meningkatkan kecamannya melawan pengunjuk rasa yang menjadi tantangan besar sejak Hong Kong diserahkan oleh Inggris pada 1997 silam.

China juga berulang kali memperingatkan Inggris yang notabene mantan penguasa kolonial untuk tak "ikut campur" hingga membuat relasi dua negara merenggang.

Demonstrasi itu dipicu oleh adanya usul yang dikemukakan pemerintah setempat soal aturan mengekstradisi sosok yang dianggap kriminal ke China daratan.

Berdasarkan kesepakatan penyerahan 1997, Hong Kong menikmati kebebasan seperti mengakses internet maupun berpendapat yang tidak ditemukan di daratan utama.

Dikenal sebagai wilayah dengan pasar teknologi tinggi, Shenzhen merupakan kota yang berdiam di belakang "Dinding Api" China, dan membatasi akses ke berita atau pun informasi.

Dengan upaya Beijing untuk mengerdilkan narasi demo Hong Kong, otoritas mereka juga meningkatkan pengawasan. Termasuk memeriksa ponsel atau foto pengunjung.

Baca juga: Harta Tergerus 15 Miliar Dollar AS, Para Konglomerat Hong Kong Serukan Stop Demo

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.