Pelaku Penembakan Massal Texas Ditempatkan Terpisah dari Penjara Napi Lain

Kompas.com - 14/08/2019, 17:06 WIB
Foto yang dirilis oleh FBI pada 5 Agustus 2019 memperlihatkan Patrick Crusius. Pemuda berusia 21 tahun yang menjadi pelaku penembakan massal Texas akhir pekan kemarin. Aksinya yang menyerang Walmart El Paso menewaskan 22 orang.AFP/FBI/HO Foto yang dirilis oleh FBI pada 5 Agustus 2019 memperlihatkan Patrick Crusius. Pemuda berusia 21 tahun yang menjadi pelaku penembakan massal Texas akhir pekan kemarin. Aksinya yang menyerang Walmart El Paso menewaskan 22 orang.

EL PASO, KOMPAS.com - Pelaku penembakan massal Texas yang bernama Patrick Crusius dilaporkan di sel penjara yang terpisah dengan narapidana ( napi) lain.

Sebabnya berdasarkan ucapan juru bicara Sheriff El Paso County Chris Acosta, penjara tempat Crusius melakukan aksinya kebanyakan dihuni oleh tahanan Hispanik.

Adapun saat melakukan aksinya 3 Agustus lalu, pemuda 21 tahun itu sengaja menargetkan orang Meksiko dalam penembakan massal, dilansir New York Post Selasa (13/8/2019).

Baca juga: Jadi Target Penembakan Massal, Warga El Paso Ramai Ikut Latihan Menembak


Acots menerangkan, Crusius yang merupakan pemuda kulit putih tidak berada dalam pengawasan terkait bunuh diri. Namun, dia tetap diperlakukan terpisah.

"Dia diawasi sama seperti napi yang lain sesuai dengan Pedoman Komisi Penjara Negara Bagian Texas," kata Acosta. Tidak dijelaskan sampai berapa lama dia diperlakukan seperti itu.

Kantor Jaksa AS menyatakan, Crusius dijerat dengan pasal rasialis dan terorisme domestik setelah dia mengunggah manifesto soal "invasi" Hispanik ke Texas.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: 10 Penembakan Massal Paling Mematikan di AS

Dia dituduh telah menewaskan 22 orang dan melukai 25 orang lainnya ketika menyerang Walmart El Paso yang saat itu tengah didatangi sekitar 3.000 pengunjung.

Detektif Adrian Garcia mengatakan, Crusius langsung menyerahkan kepada polisi setelah melakukan aksinya sambil membawa senapan serbu berjenis AK-47.

Dalam keterangan tertulisnya, Garcia menjelaskan bahwa mobil yang dikendarai Crusius berhenti di persimpangan dan dia keluar. "Dia berteriak 'saya penembaknya'," ujarnya.

Pihak berwenang mengungkapkan dia sengaja berkendara selama 11 jam dari kota tempat tinggalnya di Allen, dekat Dallas, demi menembaki orang-orang Hispanik.

Penembakan massal di Walmart El Paso masuk ke dalam 10 penembakan massal paling mematikan dalam sejarah AS, dan terjadi beberapa jam setelah insiden serupa di Dayton, Ohio.

Pemerintah Meksiko telah menetapkan aksi penembakan massal yang menewaskan 22 orang di El Paso, Texas, sebagai kejahatan teroris, dan mencari tindakan hukum untuk memungkinkan mengekstradisi pelaku penembakan.

Menurut data sensus AS, El Paso, yang berjarak sembilan jam perjalanan dari Dallas, berbatasan langsung dengan Meksiko dan memiliki populasi 680.000 jiwa, dengan 83 persen adalah keturunan Hispanik.

Toko Walmart di El Paso juga menjadi tempat yang kerap dikunjungi warga Meksiko untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Berfoto dengan Anak Korban Penembakan Massal Texas, Trump Menuai Kecaman, Mengapa?

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Sebab Pembatalan Kunjungan Trump ke Denmark, Ini 5 Fakta Greenland yang Perlu Diketahui

Jadi Sebab Pembatalan Kunjungan Trump ke Denmark, Ini 5 Fakta Greenland yang Perlu Diketahui

Internasional
Serang Pemiliknya, 3 Ekor Singa Afrika Terpaksa Ditembak Mati

Serang Pemiliknya, 3 Ekor Singa Afrika Terpaksa Ditembak Mati

Internasional
Trump Batalkan Kunjungan karena Isu Greenland, Denmark Kaget

Trump Batalkan Kunjungan karena Isu Greenland, Denmark Kaget

Internasional
Yunani Mengaku Tak Ada Permintaan Berlabuh dari Kapal Tanker Iran

Yunani Mengaku Tak Ada Permintaan Berlabuh dari Kapal Tanker Iran

Internasional
Intelijen AS Sebut ISIS Masih Punya 18.000 Tentara dan Dana Perang Rp 5,7 Triliun

Intelijen AS Sebut ISIS Masih Punya 18.000 Tentara dan Dana Perang Rp 5,7 Triliun

Internasional
AS Hendak Jual Jet Tempur F-16 Terbaru ke Taiwan, China Ancam Berikan Sanksi

AS Hendak Jual Jet Tempur F-16 Terbaru ke Taiwan, China Ancam Berikan Sanksi

Internasional
Greenland Tak Dijual, Trump Batalkan Kunjungan ke Denmark

Greenland Tak Dijual, Trump Batalkan Kunjungan ke Denmark

Internasional
Setia, Seekor Anjing Mati 15 Menit Setelah Pemiliknya Meninggal

Setia, Seekor Anjing Mati 15 Menit Setelah Pemiliknya Meninggal

Internasional
Pekerja Konsulat Inggris di Hong Kong Ditangkap China karena Melanggar Aturan

Pekerja Konsulat Inggris di Hong Kong Ditangkap China karena Melanggar Aturan

Internasional
Ketahuan Mencuri Mobil, Pendeta di Nigeria Mengaku Disuruh Setan

Ketahuan Mencuri Mobil, Pendeta di Nigeria Mengaku Disuruh Setan

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Lukisan Mona Lisa Dicuri

Hari Ini dalam Sejarah: Lukisan Mona Lisa Dicuri

Internasional
Kebakaran Hutan di Brasil Catatkan Rekor Terbaru pada Tahun Ini

Kebakaran Hutan di Brasil Catatkan Rekor Terbaru pada Tahun Ini

Internasional
Baru 3 Bulan Punya Bayi, Meghan dan Harry Sudah Rekrut Pengasuh Ketiga

Baru 3 Bulan Punya Bayi, Meghan dan Harry Sudah Rekrut Pengasuh Ketiga

Internasional
Tidak Lapor Bawa Uang Tunai Rp 5 Milliar ke Singapura, Pria Indonesia Didenda Rp 284 Juta

Tidak Lapor Bawa Uang Tunai Rp 5 Milliar ke Singapura, Pria Indonesia Didenda Rp 284 Juta

Internasional
Jet Tempur F-16 AS yang Dijual ke Taiwan Bisa Dipakai Bertempur hingga 2070

Jet Tempur F-16 AS yang Dijual ke Taiwan Bisa Dipakai Bertempur hingga 2070

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X