44 Orang Demonstran Pro Demokrasi Hong Kong dari Perawat hingga Pilot Terancam 10 Tahun Penjara

Kompas.com - 31/07/2019, 15:20 WIB

HONG KONG, KOMPAS.com - Sebanyak 44 orang mulai dari perawat hingga pilot terancam hukuman 10 tahun penjara setelah terlibat sebagai demonstran pro demokrasi Hong Kong.

Dalam pengumuman yang dibuat Selasa malam waktu setempat (30/7/2019), ke-44 orang itu didakwa melakukan kerusuhan, dan memicu bentrokan antara polisi dengan pengunjuk rasa.

Dilansir AFP Rabu (31/7/2019), para demonstran pro demokrasi Hong Kong berdiri di depan gedung pengadilan dan terus menyuarakan dukungan bagi rekan mereka yang bakal disidang.

Baca juga: Pengunjuk Rasa dan Polisi Hong Kong Bentrok di Dekat Kantor Penghubung Beijing

"Bebaskan yang tak bersalah. Mereka bukan perusuh. Klaim kembali Hong Kong dari tirani. Revolusi kini terjadi di masa kami," demikian nyanyian para pengunjuk rasa.

Adapun para terdakwa berdiri dengan tenang di depan hakim yang mulai membacakan apa saja pokok dakwaan, dan mengabulkan adanya pembebasan bersyarat.

Selama tujuh pekan terakhir, Hong Kong dilanda kritis politik yang dimulai ketika pemerintah mengusulkan adanya UU Ekstradisi yang bisa mengirim terduga penjahat ke China.

Yang awalnya menentang UU Ekstradisi, aksi itu berubah menjadi tuntutan reformasi demokrasi yang menjadi tantangan China sejak Hong Kong kembali kepada mereka 1997 silam.

Dalam bentrokan terakhir, polisi menggunakan semprotan merica dan tongkat pemukul kepada para pendemo yang menujukkan solidaritas bagi rekan mereka yang ditangkap.

Ke-44 itu dituduh terlibat dalam konfrontasi antara demonstran dengan polisi dalam aksi yang berlangsung di sebuah kawasan pada Minggu waktu setempat (28/7/2019).

Selain profesi merek yang berbeda, antara lain perawat, pilot, guru, hingga pekerja bangunan, usia para terdakwa itu juga bervariasi menunjukkan gelombang dukungan dari berbagai level.

Polisi menyatakan terdapat 49 orang yang berusia antara 16 hingga 41 tahun ditangkap dalam aksi Minggu, sebelum jumlahnya menyusut menjadi 44 orang.

Aksi protes itu muncul sehari setelah Beijing menyatakan dukungan terhadap Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam dan para polisi dengan menyebut pendemo harus dihukum.

Adapun Lam menjadi bulan-bulanan di mana dia tak hanya dikecam karena mengusulkan UU Eksekutif. Namun dia juga dituntut mengundurkan diri.

Selain itu, demonstran juga menyerukan penyelidikan mandiri atas taktik polisi membendung aksi protes, amnesti bagi yang ditangkap, dan hak memilih pemimpin.

Di bawah kesepakatan 1997 antara Inggris dengan China, Hong Kong menikmati hak yang tak didapat di daratan utama. Seperti pengadilan independen dan kebebasan menyatakan pendapat.

Tetapi, banyak yang menyebut hak itu mulai dibatasi dengan diskualifikasi politisi terkemuka maupun memenjarakan para pemimpin pro demokrasi.

Kondisi itu diperparah dengan tingginya biaya hidup, ketidaksetaraan, dan persepesi bahwa budaya serta bahasa mereka terancam dengan integrasi dari China.

Baca juga: Unjuk Rasa Anti-Triad di Hong Kong Berakhir Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.