Ejek Pria India Bau, Seorang Warga Singapura Dihukum Penjara dan Denda Rp 10 Juta

Kompas.com - 26/07/2019, 19:10 WIB
Tangkapan layar video saat terdakwa pria Singapura menghina seorang pria India di dalam lift dengan sebutan bau dan kotor. CHANNEL NEWS ASIA / FACEBOOKTangkapan layar video saat terdakwa pria Singapura menghina seorang pria India di dalam lift dengan sebutan bau dan kotor.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Seorang pria warga negara Singapura dijatuhi hukuman penjara ditambah dengan denda, setelah mengaku bersalah atas tuduhan melakukan perbuatan rasial.

William Aw Chin Cai (47), didakwa dengan empat tuduhan berbeda, mulai dari berkomentar rasial, menginjak kaki seorang wanita, menyiramkan kuah mie pada dua orang pria, serta mencuri empat botol air mineral.

Aw mengaku bersalah atas tiga tuduhan pertama, namun mempertimbangkan untuk tuduhan mencuri air mineral.

Pengadilan pada Jumat (26/7/2019), menjatuhkan hukuman penjara empat minggu dan denda sebesar 1.000 dollar Singapura (sekitar Rp 10 juta) atas tindakannya melukai perasaan secara rasial.

Dilansir Channel News Asia, insiden itu terjadi pada 3 Agustus 2018, saat Aw sedang berada di dalam lift di terminal 2 Bandara Changi.

Baca juga: Guru di AS Diskors karena Lontarkan Ucapan Rasis

Sementara korban adalah Ramachandiran Umapathy, seorang pria India, berusia 33 tahun, yang bekerja sebagai pekerja konstruksi dan berada di bandara bandara untuk proyek pembangunan terowongan MRT.

Saat melihat Ramachandiran masuk ke lift, Aw mulai mengucapkan kata-kata hinaan dan menyuruh korban untuk keluar.

"Kalian orang-orang kotor, keluar dari sini. Keluarlah dari sini. Saya tidak mau naik bersama orang India, kalian bau," kata Aw yang ditujukan kepada korban.

Korban juga merekam perselisihannya dengan terdakwa dan mengunggahnya ke laman Facebook milik kepolisian Singapura, yang kemudian menjadi viral.

Ramachandiran juga telah membuat laporan ke kepolisian.

Pengacara pembela terdakwa, Siraj Shaik Aziz meminta agar hukuman penjara dikurangi menjadi satu minggu, dengan alasan perkataan Aw tidak direncanakan dan terjadi secara spontan.

Aw juga menyatakan telah menyesal dan mengaku bersalah sejak awal.

Baca juga: Gara-gara Pernyataan Rasis, Gelar Kehormatan Peraih Nobel DNA Dicopot

Namun jaksa penuntut menegaskan putusannya dengan mengatakan bahwa Aw tidak hanya berkata kasar terhadap korban namun juga menunjukkan sikap kasar, seperti menendang, yang diperlihatkan dalam rekaman.

Insiden yang terjadi di Bandara Changi, yang padat dengan wisatawan juga memberatkan dan hukuman berat perlu sebagai pesan bahwa tindakan semacam itu tidak dapat ditoleransi oleh pengadilan.

Menurut undang-undang yang berlaku di Singapura, tindakan melukai perasaan ras bisa dihukum penjara hingga tiga tahun ditambah denda.

Sedangkan untuk dakwaan lainnya, yang terjadi sekitar satu bulan usai kasus di lift bandara, Aw dituduh telah melakukan tindak perbuatan kriminal dengan menyiram dua orang pria tak dikenal dengan kuah mie.

Insiden itu terjadi di Singtel Comcenter, sepanjang Exeter Road, dan sempat terekam kamera pengawas jalan.

Atas perbuatannya itu, Aw terancam denda maksimal 1.500 dollar Singapura (sekitar Rp 15 juta) dan penjara maksimal tiga bulan.

Baca juga: Disebut Rasis, Katy Perry Tarik Produk Sepatu yang Baru Dirilisnya

Dakwaan ketiga, terjadi pada Januari tahun lalu, saat Aw berada di NUH Medical Centre dan hendak memasuki lift.

Saat itu di dalam lift ada seorang wanita, Wahida Abdullah (49), yang menahan pintu lift agar Aw dapat masuk. Namun setelah masuk, Aw justru menginjak kaki kiri wanita itu dan mengalami cedera ringan.

Atas perbuatan melukai orang lain secara sengaja, Aw terancam hukuman penjara dua tahun dan denda maksimal 5.000 dollar Singapura (sekitar Rp 50 juta).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X