Kecelakaan Kereta Api di Pakistan, 10 Tewas Puluhan Luka-luka

Kompas.com - 11/07/2019, 17:58 WIB
Warga bersama petugas penyelamat berusaha menyelamatkan penumpang dalam kecelakaan kereta api yang terjadi di Pakistan, pada Kamis (11/7/2019). REUTERS / STRINGERWarga bersama petugas penyelamat berusaha menyelamatkan penumpang dalam kecelakaan kereta api yang terjadi di Pakistan, pada Kamis (11/7/2019).

RAHIM YAR KHAN, KOMPAS.com - Kecelakaan transportasi terjadi di Pakistan yang melibatkan dua rangkaian kereta api, pada Kamis (11/7/2019), menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai puluhan lainnya.

Kecelakaan terjadi antara serangkaian kereta api penumpang yang menabrak rangkaian kereta lain yang sedang terparkir stasiun kereta Walhar, sekitar 35 kilometer arah selatan kota Rahim Yar Khan.

"Kereta penumpang Akbar Express yang berangkat dari Bahawalpur dengan tujuan Quetta, menabrak rangkaian kereta api kargo yang sedang terparkir, sekitar pukul 7.40 pagi," kata petugas polisi lokal kepada Al Jazeera.

Sementara petugas kepolisian senior Umar Salamat menyampaikan kepada media setempat bahwa tabrakan tersebut terjadi karena kesalahan manusia.

Baca juga: Tabrakan Kereta Api Fatal Terjadi di Pakistan

Rangkaian kereta api penumpang tersebut dialihkan ke jalur rel yang salah saat melewati stasiun, sehingga menabrak rangkaian kereta kargo yang tengah terparkir.

Operasi penyelamatan segera diluncurkan di lokasi tabrakan, dengan para pekerja berupaya mengeluarkan para penumpang yang masih terjebak di dalam gerbong yang rusak.

Para korban luka langsung dilarikan ke rumah sakit pemerintah dan fasilitas kesehatan di Rahim Yar Khan.

Disampaikan salah seorang petugas medis, Liaquat Chohan, sebanyak sembilan korban tewas telah dibawa ke rumah sakit pemerintah, dan lebih dari 60 penumpang yang cedera juga dirawat di sana.

"Korban luka mengalami cedera yang beragam, banyak di antaranya mengalami patah tulang dan lainnya luka terbuka atau cedera akibat terhimpit," ujar Chohan, kepada Al Jazeera.

Sementara satu jenazah korban tewas dibawa ke Rumah Sakit Sheikh Zayed di Rahim Yar Khan, bersama dengan 11 korban luka.

Baca juga: Maskapai di Pakistan Minta Awak Kabin Turunkan Berat Badan

Pakistan masih sangat bergantung pada jaringan kereta api untuk mengangkut penumpang dan juga barang-barang ke seluruh penjuru negeri.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber Al Jazeera
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jika Terus Diserang, PM Israel Ancam Bakal Habis-habisan Gempur Gaza

Jika Terus Diserang, PM Israel Ancam Bakal Habis-habisan Gempur Gaza

Internasional
Jenazah Pria Palestina Diangkat Pakai Buldozer, Begini Pembelaan Israel

Jenazah Pria Palestina Diangkat Pakai Buldozer, Begini Pembelaan Israel

Internasional
Jika Jadi Presiden, Bernie Sanders Akan Temui Kim Jong Un dan Musuh AS Lainnya

Jika Jadi Presiden, Bernie Sanders Akan Temui Kim Jong Un dan Musuh AS Lainnya

Internasional
Austria dan Perancis Jaga Jarak dengan Italia agar Tak Tertular Virus Corona

Austria dan Perancis Jaga Jarak dengan Italia agar Tak Tertular Virus Corona

Internasional
Di India, Trump Yakin Bakal Disambut Jutaan Orang

Di India, Trump Yakin Bakal Disambut Jutaan Orang

Internasional
Kru Diamond Princess asal Indonesia Tidak Mau Dijemput Pakai Kapal

Kru Diamond Princess asal Indonesia Tidak Mau Dijemput Pakai Kapal

Internasional
Mahathir Mundur, Istri Anwar Ibrahim Berpeluang Jadi PM Perempuan Malaysia Pertama

Mahathir Mundur, Istri Anwar Ibrahim Berpeluang Jadi PM Perempuan Malaysia Pertama

Internasional
Pria Ini Lahap Menyantap Burger McDonald's yang Dikubur Selama Setahun

Pria Ini Lahap Menyantap Burger McDonald's yang Dikubur Selama Setahun

Internasional
Penumpang Diamond Princess Positif Virus Corona Saat Keluar, Metode Karantina Jepang Dipertanyakan

Penumpang Diamond Princess Positif Virus Corona Saat Keluar, Metode Karantina Jepang Dipertanyakan

Internasional
Korea Selatan Jadi Pusat Virus Corona Terbesar di Luar China

Korea Selatan Jadi Pusat Virus Corona Terbesar di Luar China

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Per 24 Februari 2020 Capai 2.592

Korban Meninggal Virus Corona di China Per 24 Februari 2020 Capai 2.592

Internasional
Angka Infeksi Virus Corona Capai Lebih Dari 100 Orang, 10 Ribu Warga Italia Dikarantina

Angka Infeksi Virus Corona Capai Lebih Dari 100 Orang, 10 Ribu Warga Italia Dikarantina

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Korban Bully Quaden Bayles Dikabarkan Berusia 18 Tahun | Menikah Massal di Tengah Virus Corona

[POPULER INTERNASIONAL] Korban Bully Quaden Bayles Dikabarkan Berusia 18 Tahun | Menikah Massal di Tengah Virus Corona

Internasional
Ambisi Gantikan Mahathir Jadi PM Malaysia Kandas, Anwar Ibrahim Kaget Dikhianati

Ambisi Gantikan Mahathir Jadi PM Malaysia Kandas, Anwar Ibrahim Kaget Dikhianati

Internasional
Singkirkan Anwar Ibrahim, Mahathir Akan Umumkan Koalisi Pemerintahan Baru?

Singkirkan Anwar Ibrahim, Mahathir Akan Umumkan Koalisi Pemerintahan Baru?

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X