Iran: Kami Beri Peringatan ke AS lewat Drone yang Ditembak Jatuh

Kompas.com - 21/06/2019, 15:31 WIB
Tangkapan layar video yang dirilis Kementerian Pertahanan Amerika Serikat pada 20 Juni 2019 memperlihatkan asap mengepul dari drone Global Hawk yang diklaim ditembak jatuh oleh Iran pada Rabu (19/6/2019). AFP/DoD/HOTangkapan layar video yang dirilis Kementerian Pertahanan Amerika Serikat pada 20 Juni 2019 memperlihatkan asap mengepul dari drone Global Hawk yang diklaim ditembak jatuh oleh Iran pada Rabu (19/6/2019).

TEHERAN, KOMPAS.com - Iran menyatakan, mereka memberikan sebuah pesan kepada Amerika Serikat ( AS) setelah menembak jatuh drone pengintai pada Rabu waktu setempat (19/6/2019).

Komandan pasukan Garda Revolusi Mayor Jenderal Hossein Salami mengatakan, drone itu ditembak jatuh untuk memberi sebuah peringatan kepada Washington.

"Satu-satunya cara agar musuh kami selamat adalah menghormati kedaulatan kami, keamanan nasional, dan kepentingan bangsa Iran," ujar Salami dikutip CNN Jumat (21/6/2019).

Baca juga: Trump Batalkan Serangan ke Iran di Detik Terakhir

Selain itu, Salami menyatakan bahwa Iran tidak ingin berperang dengan negara lain. "Namun kami sudah bersiap sepenuhnya untuk perang," tegas dia.

Komentarnya muncul setelah AS mengonfirmasi drone pengintai jenis RQ-4A Global Hawk diklaim ditembak jatuh oleh Iran karena melanggar kawasan udaranya.

Lokasi jatuhnya kemudian menjadi perdebatan antara Menteri Luar Negeri Iran Mohammed Javad Zarif dengan Komando Sentral yang masing-masing memberi koordinat lokasi.

Zarif menyatakan Iran sudah mengamankan sejumlah bagian dari drone yang ditembak jatuh di perairannya dan drone itu lepas landas dari Uni Emirat Arab.

Sementara peta yang dirilis oleh Komando Sentral AS di Twitter memperlihatkan drone itu jatuh di Selat Hormuz yang merupakan perairan internasional.

Dalam keterangan resminya, Garda Revolusi menuturkan drone itu diterbangkan dari markas di selatan Teluk Persia pada Kamis dini hari waktu setempat.

Garda menyatakan drone itu terbang dari Selat Hormuz menuju Chabahar, sebuah kota yang berlokasi tenggara Iran. Drone itu kemudian kembali ke kawasan Hormuz.

Halaman:


Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X