Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Kompas.com - 17/06/2019, 18:18 WIB
Foto yang dirilis pada 9 April 2019 oleh kantor kepresidenan Iran, menampilkan Presiden Iran Hassan Rouhani (kanan) saat mengunjungi fasilitas teknologi nuklir Iran di Teheran.AFP PHOTO / HANDOUT Foto yang dirilis pada 9 April 2019 oleh kantor kepresidenan Iran, menampilkan Presiden Iran Hassan Rouhani (kanan) saat mengunjungi fasilitas teknologi nuklir Iran di Teheran.

TEHERAN, KOMPAS.com - Iran mengumumkan bakal melebihi batas persediaan uranium yang ditetapkan berdasarkan Kesepakatan Nuklir 2015, pada 27 Juni mendatang.

Pernyataan itu disampaikan pejabat tinggi Iran yang sekaligus mengumumkan dimulainya hitungan mundur menuju jumlah cadangan uranium Iran yang akan melebihi batas sesuai kesepakatan dengan negara-negara kekuatan dunia itu.

"Hari ini, hitungan mundur untuk melampaui batas cadangan uranium yang diperkaya sebanyak 300 kilogram telah dimulai, dan dalam waktu 10 hari kami akan melewatinya," kata juru bicara Organisasi Energi Atom Iran, Behrouz Kamalvandi, dalam konferensi pers, Senin (17/6/2019).

"Batas tersebut berdasarkan Pasal 26 dan 36 dari Kesepakatan Nuklir, dan akan dibatalkan setelah pihak lain (dari perjanjian tersebut) memenuhi komitmen mereka," tambahnya, berbicara dari pembangkit nuklir Arak di barat daya Teheran.


Baca juga: Iran Tingkatkan Kapasitas Pengayaan Uranium hingga Empat Kali Lipat

Sebelumnya, pada 8 Mei lalu, Presiden Iran Hassan Rouhani telah mengumumkan jika Iran akan berhenti memperhatikan batas cadangan uranium yang diperkaya maupun air berat, seperti yang disepakati di bawah Kesepakatan Nuklir 2015.

Rouhani menambahkan, langkah itu sebagai tanggapan terhadap penarikan secara sepihak AS dari perjanjian tersebut, setahun sebelumnya, yang ditindaklanjuti Washington dengan kembali memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Iran.

Teheran mengancam bakal mengambil langkah lebih pada 8 Juli mendatang dengan keluar dari kesepakatan, kecuali negara-negara penanda tangan lainnya, yakni Inggris, China, Perancis, Jerman, dan Rusia, membantu Iran untuk menghindari sanksi AS, terutama berkaitan dengan penjualan minyaknya.

Di bawah Kesepakatan Nuklir 2015, Iran menjanjikan untuk mengurangi kapasitas nuklirnya selama beberapa tahun, serta memungkinkan pengawas internasional untuk memantau kegiatan pengayaan uraniumnya.

Sebagai imbalan, Iran akan mendapat bantuan untuk peringanan sanksi internasional.

Kesepakatan itu menetapkan batas jumlah pengayaan uranium oleh Irak hingga tidak lebih dari 3,67 persen, jauh di bawah tingkat kadar 90 persen yang dibutuhkan untuk membuat senjata nuklir.

Baca juga: Iran Ancam Bakal Memproses Uranium untuk Membuat Nuklir dalam Jumlah Besar jika...

Kesepakatan itu juga mengusulkan kepada Iran untuk mengekspor uranium yang diperkaya dan air berat yang dihasilkannya demi memastikan cadangan di negara itu tetap dalam batas yang ditetapkan oleh perjanjian.

Namun dengan adanya pembatasan dan sanksi ekonomi AS yang dijatuhkan baru-baru ini, telah membuat ekspor tersebut hampir mustahil untuk dilakukan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pasukan Iran kepada Kapal Tanker Inggris: Jika Anda Patuh, Anda Bakal Selamat

Pasukan Iran kepada Kapal Tanker Inggris: Jika Anda Patuh, Anda Bakal Selamat

Internasional
Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang yang Tewaskan 34 Orang Pencandu Game

Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang yang Tewaskan 34 Orang Pencandu Game

Internasional
Joe Biden Kecam Keras Komentar Tercela Trump kepada 4 Anggota DPR AS

Joe Biden Kecam Keras Komentar Tercela Trump kepada 4 Anggota DPR AS

Internasional
Seorang Ibu Dipenggal Anaknya Disaksikan Bocah 4 Tahun

Seorang Ibu Dipenggal Anaknya Disaksikan Bocah 4 Tahun

Internasional
5 Kisah Anjing Setia: 'Menangis' di Peti Mati hingga Berkorban demi Majikan

5 Kisah Anjing Setia: "Menangis" di Peti Mati hingga Berkorban demi Majikan

Internasional
Iran Sita Kapal Tanker Inggris sebagai Balasan Setelah Kapal Mereka Ditangkap

Iran Sita Kapal Tanker Inggris sebagai Balasan Setelah Kapal Mereka Ditangkap

Internasional
Anjing Setia Ini Berjalan 200 Km Pulang ke Rumah Majikan yang Membuangnya

Anjing Setia Ini Berjalan 200 Km Pulang ke Rumah Majikan yang Membuangnya

Internasional
Terungkap, Ini Alasan Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang Beraksi

Terungkap, Ini Alasan Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang Beraksi

Internasional
AS Punya Bukti Kuat Tembak Jatuh Drone Iran

AS Punya Bukti Kuat Tembak Jatuh Drone Iran

Internasional
Ingin Berkencan dengan Awak Kabin Lufthansa, Pria 65 Tahun Buat Ancaman Bom Palsu

Ingin Berkencan dengan Awak Kabin Lufthansa, Pria 65 Tahun Buat Ancaman Bom Palsu

Internasional
Mantan Ratu Kecantikan Rusia Bantah Bercerai dari Eks Raja Malaysia

Mantan Ratu Kecantikan Rusia Bantah Bercerai dari Eks Raja Malaysia

Internasional
Pengacara Benarkan Mantan Raja Malaysia Bercerai dari Eks Miss Moscow

Pengacara Benarkan Mantan Raja Malaysia Bercerai dari Eks Miss Moscow

Internasional
Sempat Batal, India Jadwalkan Ulang Peluncuran Roket ke Bulan Senin Depan

Sempat Batal, India Jadwalkan Ulang Peluncuran Roket ke Bulan Senin Depan

Internasional
Inggris: Iran Memilih Langkah Berbahaya dengan Menahan Kapal Tanker

Inggris: Iran Memilih Langkah Berbahaya dengan Menahan Kapal Tanker

Internasional
Ingin Pergi ke Ghana, Seorang Pria Panjat Mesin Pesawat yang Hendak Terbang

Ingin Pergi ke Ghana, Seorang Pria Panjat Mesin Pesawat yang Hendak Terbang

Internasional
Close Ads X