Duterte: Saya Menyesal Jadi Presiden Filipina

Kompas.com - 13/06/2019, 17:59 WIB
Seekor kecoa terlihat hinggap di lengan kiri Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, saat pidato di Provinsi Bohol, Rabu (8/5/2019). YOUTUBE / THE STRAITS TIMESSeekor kecoa terlihat hinggap di lengan kiri Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, saat pidato di Provinsi Bohol, Rabu (8/5/2019).

CAGAYAN DE ORO CITY, KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte memperingatkan kepada keluarganya untuk menjauhi keinginan mengikuti langkahnya untuk menjadi presiden.

Sara Duterte-Carpio, dikenal juga sebagai Inday Sara, sudah mengikuti jejak ayahnya dengan menjadi Wali Kota Davao, peran yang sama sebelum menjadi presiden.

Diwartakan Newsweek Rabu (12/6/2019), sejumlah kalangan menyebutnya sebagai kandidat kuat orang nomor satu Filipina, dengan Duterte-Carpio juga menyiratkan minat.

Baca juga: Inspeksi Bandara, Duterte Minta Maaf kepada Penumpang yang Kena Delay


Namun dalam pidatonya di Cagayan De Oro City, Duterte mengungkapkan pemerintahan yang penuh korupsi dan kritik yang terus berhembus membuatnya mempertanyakan motivasinya dulu.

"Saya kehilangan gairah untuk bekerja. Sejujurnya, saya menyesal. Saya menyesal mengapa dulu maju sebagai Presiden Filipina," katanya dikutip PhilStar.

Karena itu begitu spekulasi bermunculan mengenai peluang anaknya menjadi presiden, Duterte mengaku dia langsung melarang anaknya meneruskan jejaknya.

"Saya bilang kepadanya 'Jangan lakukan itu. Engkau tidak akan kuat. Mereka tidak akan menghormatimu. Para sialan itu'," kata presiden berjuluk The Punisher itu.

Duterte kemudian beralih mengomentari Senator Antonio Trillanes IV yang merupakan pengkritik terbesarnya, serta oposisi lain sebagai "tentara kasar" yang tak mendapat apapun.

Presiden yang akrab disapa Digong itu juga mengaku sangat kesal dengan korupsi di tubuh pemerintahan Filipina yang disebutnya "tidak akan bisa diatasi" oleh negara.

"Saya tidak berkewajiban untuk mengatakan kebohongan kepada kalian. Saya sudah muak dan lelah dengan sistem yang ada saat ini," tutur presiden 74 tahun itu.

Terdapat rumor yang menyatakan berapa lama Duterte bakal bertahan di tengah kabar kesehatannya yang semakin menurun dan kemudian dia bantah, dengan pemilihan selanjutnya 2022 mendatang.

Dia juga membahas skandal yang melibatkan pejabat pariwisata yang menjalin kontrak dengan perusahaan asal Hong Kong tanpa melalui lelang terbuka tahun lalu untuk membangun kasino.

Duterte menuturkan dia segera memecat pejabat yang bertanggung jawab di hari tatkala pembangunan dilaksanakan. "Saya sangat marah," tutur presiden yang menjabat sejak 2016 itu.

"Apa kepentingannya membangun kasino di dalam Nayong Filipino? Mengapa juga mereka membangunnya di sana? Betapa bodohnya," kecam Duterte kembali.

Baca juga: Kunjungi Tentara yang Lawan Abu Sayyaf, Duterte: Saya Siap Mati Bersama Kalian

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X