Kunjungi Tentara yang Lawan Abu Sayyaf, Duterte: Saya Siap Mati Bersama Kalian

Kompas.com - 06/06/2019, 16:26 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte memberi hormat usai pidato dalam rangka ulang tahun militer, pada Desember 2017. Ted Aljibe / AFPPresiden Filipina Rodrigo Duterte memberi hormat usai pidato dalam rangka ulang tahun militer, pada Desember 2017.

JOLO, KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan dukungannya kepada pasukan yang terluka ketika melawan kelompok ekstremis Abu Sayyaf.

Duterte berkunjung ke Kamp Jenderal Teodulfo Bautista di Jolo, Sulu, di mana mereka dirawat setelah menderita luka melawan kelompok yang berafiliasi dengan ISIS itu.

Baca juga: Seorang WNI yang Disandera Abu Sayyaf Tewas saat Proses Pembebasan di Filipina Selatan

Diwartakan ABS-CBN via Newsweek Rabu (5/6/2019), Duterte mengalungkan medali Order of Lapu-Lapu dengan Rangking Kampilan kepada 11 tentara yang terluka.

"Saya di sini, ketika kalian membutuhkan Panglima Tertinggi kalian. Saya bakal berada di samping kalian, dan siap mati bersama kalian," kata Duterte dikutip Inquirer.net.

Dilansir Rappler, fotografer sekaligus pengamat asal Belanda Ewold Horn yang diculik pada 2012 tewas dalam baku tembak di Patikul pada 31 Mei lalu.

Pejabat militer Filipina meyakini Horn ditembak mati oleh penculiknya ketika berupaya kabur dalam kontak senjata antara Abu Sayyaf dengan pasukan pemerintah.

Jenazah lain yang ditemukan selepas baku tembak itu adalah Mingayan Sahiron, istri dari pimpinan Abu Sayyaf Radullan Sahiron, bersama empat anggotanya.

Pada Januari, setidaknya 20 orang tewas dan lebih dari 100 orang terluka ketika terjadi serangan bom bunuh diri ganda di gereja Katolik dengan ISIS mengklaim bertanggung jawab.

Pada saat itu, Duterte dilaporkan sangat murka dan memerintahkan supaya teroris itu diburu hingga "ke ujung Bumi" dan dibawa ke pengadilan atas kejahatan mereka..

"Musuh-musuh negara dengan berani menantang kemampuan pemerintah dalam melindungi warganya. Pasukan pemerintah bakal bereaksi dan menghancurkan penjahat tak bertuhan itu," tegasnya.

Baca juga: Presiden Duterte Mengaku Pernah Jadi Gay Sebelum Sembuh

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Internasional
Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Internasional
Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Internasional
Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Internasional
Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Internasional
Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Internasional
Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Internasional
Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Internasional
Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Internasional
Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Internasional
Israel Gelar 'Serangan Skala Besar' terhadap Iran di Suriah

Israel Gelar "Serangan Skala Besar" terhadap Iran di Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

Internasional
Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X