Bersiap Hadapi Rusia, Trump Tambah 1.000 Tentara ke Polandia

Kompas.com - 13/06/2019, 09:15 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Polandia Andrzej Duda, di Gedung Putih, Rabu (12/6/2019). AFP / SAUL LOEBPresiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Polandia Andrzej Duda, di Gedung Putih, Rabu (12/6/2019).

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan akan mengirim 1.000 tentara tambahan ke Polandia.

Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai peningkatan pasukan AS di Polandia ini, tetapi hal tersebut masih jauh dari harapan akan adanya pangkalan militer permanen AS di negara itu.

Rencana pengiriman pasukan tambahan itu diumumkan Trump setelah bertemu dengan Presiden Polandia Andrzej Duda, Rabu (12/6/2019).

Saat ini sudah ada sekitar 5.000 tentara AS yang diterjunkan bersama pasukan NATO di Polandia. Namun keberadaan tentara AS tersebut dalam misi rotasi dan bukan garnisun tetap.

Disampaikan Trump, pasukan tambahan yang dikirim ke Polandia itu merupakan pindahan dari negara anggota NATO lainnya, Jerman. Sementara Polandia kini tengah membangun fasilitas untuk dapat mengakomodasi pasukan tambahan tersebut.

Baca juga: Diancam Trump, Meksiko Kirim 6.000 Tentara Tangkal Migran ke Guatemala

Di awal pertemuannya dengan Presiden Polandia di Ruang Oval, Gedung Putih, Trump sempat mengatakan jika mereka tengah membicarakan tentang 2.000 tentara tambahan. Namun hasil akhirnya jumlah tentara tambahan yang disepakati akan dikirim hanya separuhnya.

Trump juga mengecilkan harapan sekutunya, Polandia, untuk fasilitas permanen AS secara penuh di negara itu, yang jika terlaksana dipastikan bakal mengusik Rusia.

"Saya tidak berbicara tentang permanen atau tidak permanen," kata Trump, dikutip AFP.

Sementara Presiden Polandia Andrzej Duda memilih menjawab secara diplomatis tentang harapannya akan jumlah tentara AS yang ditempatkan di negaranya.

"Semuanya terserah kepada Amerika Serikat," ujar Duda, yang ditimpa oleh Trump dengan gurauan, "Dia ingin pasukan dengan 250.000 tentara".

Selain membahas tentang penempatan pasukan tambahan, pertemuan kedua pemimpin negara itu juga untuk membicarakan tentang rencana pembelian jet tempur F-35 oleh Polandia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Internasional
Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Internasional
Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Internasional
Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Internasional
Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Internasional
Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Internasional
Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Internasional
Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Internasional
Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Internasional
Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Internasional
Israel Gelar 'Serangan Skala Besar' terhadap Iran di Suriah

Israel Gelar "Serangan Skala Besar" terhadap Iran di Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

Internasional
Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X