Kompas.com - 10/06/2019, 17:00 WIB
Foto yang dirilis Kementerian Pertahanan Iran pada 22 Juli 2017 menunjukkan deretan rudal pertahanan udara Sayyad-3 milik Iran yang dipamerkan saat peresmian jalur produksinya di lokasi yang dirahasiakan. IRANIAN DEFENCE MINISTRY/AFPFoto yang dirilis Kementerian Pertahanan Iran pada 22 Juli 2017 menunjukkan deretan rudal pertahanan udara Sayyad-3 milik Iran yang dipamerkan saat peresmian jalur produksinya di lokasi yang dirahasiakan.

TEHERAN, KOMPAS.com - Iran memperkenalkan sistem pertahanan rudal yang dilaporkan bisa merontokkan enam target beruntun di tengah situasi panas di Teluk Persia.

Pada Minggu (9/6/2019), Iran memamerkan sistem pertahanan udara Khordad 15 yang dilengkapi dengan rudal jarak jauh Sayyad-3 dan merupakan karya anak bangsa.

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran Ampuni 691 Narapidana saat Idul Fitri

Menteri Pertahanan Brigadir Jenderal Amir Hatami menuturkan seperti dikutip Russian Today, rudal Sayyad-3 bisa menghancurkan jet tempur maupun drone musuh dari 120 km.

Selain itu menurut penuturan salah seorang pejabat militer Iran, sistem pertahanan itu bisa melecak "target siluman" dan merobohkannya dari jarak 45 km.

Dalam beberapa tahun terakhir, Teheran menggalakkan produksi persenjataan oleh pabrikan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan dari negara asing.

Pada Februari, Iran menyatakan telah sukses menguji coba rudal jelajah jarak jauh Hoveizeh yang mampu menghancurkan musuh dalam jangkauan 1.350 km.

Kemudian dalam bulan yang sama, kapal selam kelas-Ghadir untuk pertama kalinya sukses menembakkan rudal jelajah anti-kapal.

Sistem pertahanan baru itu dipamerkan Iran sejak hubungan mereka yang memenas dengan Amerika Serikat (AS) sejak AS keluar dari perjanjian nuklir di Mei 2018.

Gedung Putih memutuskan untuk mengerahkan armada kapal induk dan kapal perang ke Teluk Persia pada Mei lalu, dan mengumumkan menambah jumlah pasukan di Irak.

Para pejabat Iran telah menyatakan mereka siap untuk melaksanakan aksi balasan di Timur Tengah jika Washington menyerang mereka.

Baca juga: Disanksi AS, Iran Mengklaim Tetap Bisa Jual Minyak secara Rahasia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.