Kompas.com - 07/06/2019, 22:32 WIB
Presiden China Xi Jinping. AFP / ALEXEY NIKOLSKYPresiden China Xi Jinping.

BEIJING, KOMPAS.com - Presiden China Xi Jinping mengatakan bahwa negaranya siap untuk berbagi informasi maupun keahlian, tidak terkecuali teknologi jaringan 5G, dengan negara-negara mitra.

"China siap untuk berbagi penemuan teknologinya dengan semua negara mitra, khususnya untuk teknologi 5G," ujar Xi dalam forum ekonomi di St Petersburg, Rusia, Jumat (7/6/2019).

Komentar Presiden Xi itu muncul di tengah upaya China menjadi negara pemimpin dalam jaringan nirkabel termutakhir di dunia, bersaing dengan Amerika Serikat.

Pernyataan itu juga datang setelah Washington memasukkan Huawei, raksasa teknologi China sekaligus pemasok utama peralatan untuk jaringan 5G di sejumlah negara, ke dalam daftar hitam perusahaan yang terlarang dalam kerja sama perdagangan dengan AS.

Baca juga: Presiden China Xi Jinping: Putin adalah Sahabat Karib Saya

Presiden Xi, yang berbicara dengan didampingi Presiden Rusia Vladimir Putin, mengatakan bahwa China ingin membangun kerja sama yang bermanfaat dengan dasar kesetaraan dan saling menghormati.

Xi mendapat dukungan dari Putin, yang mengecam langkah AS terhadap Huawei, yang disebutnya sebagai upaya menekan dan mendorong perusahaan itu keluar dari pasar global tanpa alasan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih dari itu, Putin juga telah menandatangani kesepakatan untuk mengembangkan jaringan 5G di Rusia, di tengah kekhawatiran internasional terhadap risiko keamanan yang dibawa Huawei.

Raksasa teknologi China itu tengah dilanda tekanan dunia internasional sejak Mei, saat pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump melarang perusahaan AS menjalin kerja sama teknologi dengan Huawei karena adanya kekhawatiran akan upaya mata-mata untuk Beijing.

Sejumlah perusahaan global telah menjauhkan diri dari Huawei, salah satunya Google, yang mulai berhenti mendukung perangkat produksi perusahaan itu dengan layanannya.

Dikabarkan pemerintah Inggris telah berencana menggandeng Huawei dalam mengembangkan jaringan 5G di Inggris, meski belum ada pengumuman resmi.

Sementara Trump memperingatkan kepada Inggris untuk berhati-hati dalam keputusannya bekerja sama dengan perusahaan teknologi asal China itu.

Baca juga: Inggris Kerja Sama dengan Huawei, Trump: Harus Sangat Berhati-hati



Sumber AFP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.