Menteri Jepang Dukung Wanita Pakai "High Heels" di Tempat Kerja

Kompas.com - 07/06/2019, 19:22 WIB
Seorang perempuan dan sepatu high heels-nya. ShutterstockSeorang perempuan dan sepatu high heels-nya.
|

TOKYO, KOMPAS.com - Seorang menteri di pemerintahan Jepang memicu kontroversi setelah mengatakan perempuan harus mengenakan "high heels" di tempat kerja bisa "diterima secara sosial" dan "diperlukan dalam pekerjaan".

Menteri Tenaga Kerja dan Kesehatan Takumi Nemoto membela praktik kontroversial yang mengharuskan perempuan untuk mengenakan sepatu berhak tinggi di tempat kerja.

Komentar Takumi ini muncul setelah sebuah petisi online yang mendesak penghapusan keharusan perempuan mengenakan high heels ditandatangani lebih dari 19.000 orang.

Para penentang high heels sudah menyebarkan petisi itu lewat Twitter dengan tagar #KuToo yang diambil dari kata "kutsu" yang berarti sepatu dan "kuutsu" yang artinya sakit.

Baca juga: Perempuan Jepang Tolak Aturan Bersepatu Hak Tinggi di Tempat Kerja

Namun, di hadapan parlemen pada Rabu lalu, Takumi membantah keharusan perempuan mengenakan sepatu berhak tinggi merupakan sebuah "penyalahgunaan kekuasaan".

"Mengenakan sepatu high heels diterima secara sosial serta dianggap diperlukan dan cocok untuk tempat kerja," ujar Takumi.

"Apakah keharusan ini menjadi sebuah penyalahgunaan kekuasaan atau tidak amat tergantung apakah permintaan itu melampaui pemahaman sosial terkait apa yang perlu dan pantas," tambah Takumi.

Takumi merespon pernyataan Kanako Otsuji, anggota Partai Demokratik Konstitusional Jepang yang oposisi.

Kanako mengatakan, memaksa perempuan mengenakan high heels di tempat kerja sudah  ketinggalan jaman.

Kanako menegaskan, aturan berpakaian yang hanya diberlakukan kepada perepuan sama saja dengan sebuah pelecehan.

Baca juga: Selundupkan Kokain di High Heels, Wanita AS Dipenjara 7,5 Tahun

Petisi menentang keharusan mengenakan high heels di tempat kerja dipelopori seniman dan penulis Yumi Ishikawa.

"Saya berharap suatu hari bisa menyingkirkan kebiasaan yang mengharuskan perempuan mengenakan sepatu high heels di tempat kerja," kata Ishikawa.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.