Tiga Maskapai China Tuntut Ganti Rugi dari Boeing

Kompas.com - 22/05/2019, 14:55 WIB
Ekor dan sayap pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEAR Ekor dan sayap pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

BEIJING, KOMPAS.com - Tiga maskapai terbesar di China menuntut kompensasi atas pesawat Boeing 737 MAX, yang saat ini sedang dikandangkan di seluruh dunia.

Diwartakan BBC, Rabu (22/5/2019), Air China, China Southern Airlines, dan China Eastern Airlines dilaporkan telah mengajukan klaim pembayaran terhadap Boeing.

Seperti diketahui, regulator penerbangan di China yang pertama mengandangkan armada Boeing 737 MAX setelah dua kecelakaan mematikan.

Baca juga: Dua Keluarga Korban Jatuhnya Boeing 737 MAX di Etiopia Ajukan Gugatan

Maskapai China berupaya mencari kompensasi untuk kerugian yang ditimbulkan oleh pesawat yang tak beroperasi dan penundaan pengiriman jet 737 MAX.

Sebagai informasi, China mengoperasikan pesawat Boeing 737 MAX terbanyak di dunia.

Kantor berita AFP mencatat, China Southern Airlines sebagai maskapai terbesar di Asia berdasarkan jumlah armada.

Sementara China Eastern Airlines merupakan maskapai nomor dua di "Negeri Tirai Bambu", dan Air China adalah maskapai milik perusahaan negara.

Juru bicara China Eastern Airlines mengonfirmasi, maskapai tersebut telah mengajukan ganti rugi kepada Boeing.

Namun, dia tidak memberikan rincian nilai kerugian tersebut atau informasi lainnya.

"Mengandangkan pesawat Boeing 737 MAX 8 mengakibatkan kerugian besar bagi perusahaan (China Eastern Airlines) dan kerugiannya masih terus bertambah," demikian laporan Xinhua.

Maskapai China Eastern Airlines telah mengandangkan 14 pesawat Boeing 737 MAX.

Baca juga: Terungkap, Pilot AS Minta Boeing 737 MAX Dikandangkan Setelah Tragedi Lion Air

Pesawat Boeing 737 MAX milik Ethiopian Airlines yang jatuh pada Maret lalu telah menewaskan 167 orang, termasuk 8 warga China.

Pada Oktober 2018, pesawat tipe serupa milik Lion Air juga jatuh setelah lepas landas di Jakarta dan menewaskan 189 orang.

Pada Sabtu lalu, Beoing mengaku harus memperbaiki kekurangan pada perangkat lunak simulator penerbangan untuk melatih pilot menerbangkan 737 MAX.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X