Pemerintah Meksiko Bakal Lelang Mobil Mewah yang Disita dari Penjahat

Kompas.com - 22/05/2019, 06:40 WIB
Ilustrasi Lamborghini Murcielago, salah satu jenis mobil mewah yang bakal dilelang pemerintah Meksiko. SHUTTERSTOCKIlustrasi Lamborghini Murcielago, salah satu jenis mobil mewah yang bakal dilelang pemerintah Meksiko.

MEXICO CITY, KOMPAS.com - Pemerintah Meksiko mengumumkan, Selasa (21/5/2019), rencana untuk melelang sejumlah mobil mewah hasil sitaan polisi dari para penjahat.

Sebanyak 82 unit kendaraan, termasuk mobil mewah Lamborghini Murcielago, tiga Porsche, serta lusinan truk lapis baja akan dijual kepada penawar tertinggi dan hasilnya akan diinvestasikan untuk komunitas miskin.

Pemerintah Meksiko kini tengah menggalakkan penghematan sejak dipimpin Presiden Andres Manuel Lopez Obrador, yang resmi menjabat mulai Desember tahun lalu.

Sejumlah langkah penghematan dan menambah pendapatan negara telah dimulai pemerintahan AMLO, julukan presiden Meksiko, mulai dari penghapusan pengawal presiden, penjualan pesawat kepresidenan, hingga memangkas gaji pejabat.


Baca juga: Meksiko Bantah Tawarkan Suaka kepada Presiden Venezuela Maduro

Disampaikan Presiden Lopez Obrador, lelang akan dilakukan pada Minggu (26/5/2019) mendatang di bekas rumah dinas presiden, Los Pinos, yang telah diubah fungsi menjadi pusat kebudayaan.

Pelaksanaan lelang akan diatur oleh "Institut untuk Mengembalikan Apa yang Telah Dirampok kepada Rakyat", sebuah lembaga pemerintah yang baru dibentuk.

"Segala sesuatu yang disita (dari penjahat) sekarang akan kembali diberikan kepada masyarakat, terutama masyarakat miskin," kata Lopez Obrador dalam konferensi pers, Selasa (21/5/2019).

Disampaikan Ricardo Rodriguez, pemimpin lembaga baru pemerintah Meksiko itu, misi dan tujuan pembentukan lembaganya adalah untuk membatalkan apa yang disebut "efek Robin Hood terbalik" di Meksiko.

Para penjahat di Meksiko disebut kerap memeras, merampok, dan mencuri dari rakyat untuk kepentingan sekelompok orang kaya, termasuk pejabat korup.

Para pelaku kriminal juga diketahui kerap menggunakan barang mewah hasil rampasan dari rakyat itu untuk menyogok agar dapat bebas dari hukuman.

"Mereka merampok dari rakyat miskin dan memberikannya kepada koruptor. Tapi tidak lagi. Sekarang instruksi (presiden) adalah mengembalikannya kepada rakyat, pemilik sah sumber daya ini," ujar Rodriguez.

Baca juga: Penembakan di Alun-alun Meksiko, Dua Pemimpin Serikat Buruh Tewas

Dikatakannya, nilai total dari penawaran awal untuk puluhan kendaraan yang akan dilelang itu mencapai sekitar 28 juta peso (sekitar Rp 21 miliar).

"Tapi kami berharap penawaran terakhir akan dapat lebih tinggi lagi," kata dia.

Selain kendaraan mewah, sejumlah properti dan perhiasan yang disita dari penjahat dan politisi korup, juga direncanakan akan dilelang dalam kesempatan terpisah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Internasional
Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X