[POPULER INTERNASIONAL] Perempuan Korut Dijual di China | Pernyataan Pendiri Huawei

Kompas.com - 22/05/2019, 05:00 WIB
CEO dan pendiri Huawei Ren Zhengfei. (Reuters/Bobby Yip) Bobby YipCEO dan pendiri Huawei Ren Zhengfei. (Reuters/Bobby Yip)

KOMPAS.com - Organisasi Hak Asasi Manusia di London melaporkan ribuan perempuan asal Korea Utara telah dipaksa menjadi pekerja seks di China.

Sementara pendiri perusahaan telekomunikasi Huawei di China menilai Amerika Serikat telah meremehkan kekuatan dan ambisi global mereka.

Berikut ini lima berita internasional paling banyak dibaca pada Selasa (21/5/2019) hingga Rabu (22/5/2019) pagi.

1. Ribuan Perempuan Korea Utara Dijual ke China sebagai Budak Seks


Ribuan perempuan asal Korea Utara dilaporkan telah diculik dan dijual untuk menjadi pekerja seks komersial di China.

Demikian menurut laporan dari organisasi hak asasi manusia Inisiatif Masa Depan Korea, yang berbasis di London, Inggris.

Nilai perdagangan ini disebut dapat mencapai 100 juta dollar AS (sekitar Rp 1,4 triliun) per tahun.

Ingin tahu informasi selengkapnya? Silakan Anda simak di sini.

2. Pendiri Huawei Sebut AS Terlalu Meremehkan Mereka

Pendiri perusahaan telekomunikasi China, Huawei, Ren Zhengfei menganggap Amerika Serikat terlalu menganggap remeh kekuatan dan ambisi global mereka.

Pria berusia 74 tahun itu akhirnya buka suara terkait upaya pemerintah Presiden Donald Trump yang disebutnya ingin menggagalkan bisnisnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X