Pendiri Huawei: AS Meremehkan Kekuatan Kami

Kompas.com - 21/05/2019, 16:36 WIB
CEO dan pendiri Huawei Ren Zhengfei. (Reuters/Bobby Yip)Bobby Yip CEO dan pendiri Huawei Ren Zhengfei. (Reuters/Bobby Yip)

BEIJING, KOMPAS.com - Pendiri Huawei Ren Zhengfei pada Selasa (21/5/2019) mengabaikan upaya AS untuk menghentikan ambisi global perusahaannya.

Diwartakan kantor berita AFP, Ren menyebut AS meremehkan kekuatan raksasa telekomunikasi asal China itu.

Pria berusia 74 tahun itu akhirnya berbicara kepada media China beberapa hari setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah yang bertujuan menggagalkan bisnisnya.

Baca juga: Ada Apa dengan 5G, Pokok Permasalahan AS dengan Huawei?


"Praktik politisi AS saat ini meremehkan kekuatan kami," ujarnya.

"5G Huawei sama sekali tidak akan terpengaruh. Dalam hal teknologi 5G, yang lain tidak akan bisa menyusul Huawei dalam dua atau tiga tahun," katanya.

Seperti diketahui, intelijen AS yakin Huawei didukung oleh militer China. Dengan begitu, teknologinya dapat memberikan layanan intelijen China ke jaringan komunikasi negara-negara pesaing.

Alasan itulah yang membuat AS mendorong sekutu terdekatnya untuk menolak teknologi Huawei. Australia telah melarang Huawei dari rencana implementasi 5G.

Sementara Inggris dilaporkan menyetujui peran Huawei secara terbatas dalam membangun jaringan 5G.

Kanada juga terseret dalam pertempuran, dengan menangkap putri Ren, Meng Wanzhou yang menjabat sebagai kepala keuangan Huawei.

Meng ditangkap pada Desember lalu atas upaya ekstradisi AS terkait pelanggaran atas sanksi AS. Penangkapannya diikuti penahanan dua warga Kanada di China.

"Kami mengorbankan diri dan keluarga karena kami memiliki tujuan. Untuk berdiri di puncak dunia, untuk tujuan ini, akan ada konflik dengan AS cepat atau lambat," kata Ren.

Pada pekan lalu, Trump menyatakan darurat nasional untuk melindungi jaringan komputer di negaranya dari serangan musuh asing.

Baca juga: Kontrasnya Tempat Penahanan Petinggi Huawei dengan Warga Kanada di China

Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang perusahaan AS memakai telekomunikasi asing yang diyakini menimbulkan risiko keamanan bagi negara.

Pria berusia 72 tahun itu tidak menyebutkan nama perusahaan apa pun secara khusus dalam perintah tersebut.

Namun, para analis menduga perintah eksekutif Trump merujuk pada perusahaan telekomunikasi raksasa China, Huawei.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

Internasional
Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Internasional
Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Internasional
AS 'Tendang' Turki dari Program Jet Tempur F-35

AS "Tendang" Turki dari Program Jet Tempur F-35

Internasional
Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Internasional
Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Internasional
Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Close Ads X