"Setiap Orang Palestina yang Datang ke Konferensi di Bahrain adalah Kaki Tangan AS"

Kompas.com - 21/05/2019, 03:45 WIB
Seorang pengunjuk rasa Palestina memegang bendera saat pengunjuk rasa lainnya melemparkan batu ke arah pasukan Israel selama demonstrasi di pantai dekat perbatasan Israel, di Jalur Gaza utara, pada Senin (22/10/2018). (AFP/Mahmud Hams) Seorang pengunjuk rasa Palestina memegang bendera saat pengunjuk rasa lainnya melemparkan batu ke arah pasukan Israel selama demonstrasi di pantai dekat perbatasan Israel, di Jalur Gaza utara, pada Senin (22/10/2018). (AFP/Mahmud Hams)

RAMALLAH, KOMPAS.com - Pemerintah Palestina menyatakan mereka tidak akan menghadiri konferensi yang disebut Amerika Serikat merupakan bagian dalam rencana perdamaian dengan Israel.

Sebelumnya Gedung Putih mengumumkan bakal diadakan konferensi yang merupakan bagian awal dari rencana perdamaian itu di Manama, Bahrain, pada Juni mendatang.

Gedung Putih mengumumkan dalam konferensi yang bakal dihelat 25-26 Juni itu, mereka bakal membahas aspek ekonomi yang bertujuan memberi kemakmuran bagi Palestina.

Baca juga: Segala Rencana Perdamaian AS Tanpa Melibatkan Palestina Bakal Gagal

Dalam pernyataan yang dirilis Minggu (19/5/2019), Washington menjabarkan konferensi itu sebagai peluang untuk mendapat investasi internasional bagi Gaza dan Tepi Barat.

Pemerintah Palestina yang memboikot AS sejak Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember 2017 hanya menunjukkan sedikit ketertarikan.

Dilansir Reuters Senin (20/5/2019), Perdana Menteri Mohammad Shtayyeh berkata pemerintahannya tidak diajak berunding terkait agenda di Manama itu.

Setelah pertemuan kabinet, Menteri Perkembangan Sosial sekaligus anggota Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Ahhmed Majdalani menyatakan tidak akan ada delegasi ke Bahrain.

"Tidak akan ada partisipasi kami di sana. Setiap orang Palestina yang datang ke konferensi itu tak lebih dari kaki tangan AS serta Israel," kata Majdalani.

Sementara Israel masih bungkam. Menteri Keuangan Moshe Kahlon melalui juru bicaranya mengatakan bahwa dia belum menerima undangan pertemuan itu.

Shtayyeh menegaskan mereka menginginkan solusi dua negara di mana Israel melepaskan kekuasaan mereka atas Tepi Barat dan Gaza, serta memperoleh Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan.

Sementara Israel masih bersikeras bahwa Yerusalem merupakan ibu kota mereka dan dilaporkan berniat mengumumkan kedaulatan di permukiman Tepi Barat.

Pemerintahan Trump menuturkan rencana perdamaian yang masih belum bersedia diungkapkan itu membutuhkan persetujuan baik dari Palestina maupun Israel.

Sejak menganggap AS tidak bisa menangani rencana perdamaian tersebut, Washington memotong bantuan dan menyebabkan krisis di Gaza serta Tepi Barat.

Shtayyeh berkata, krisis keuangan yang tengah dialami Otoritas Palestina (PA) itu sebagai dampak dari perang finansial yang dilancarkan demi mendapatkan suara mereka.

"Kami tidak akan terpengaruh oleh pemerasan ini. Kami juga tidak akan menukar hak politik kami demi uang," tegas Shtayyeh. Kecaman juga datang dari Hamas.

"Kami menolak segala bentuk langkah ekonomi maupun politik untuk menerapkan 'kesepakatan terbaik abad ini' atau memulihkan hubungan kami dengan si musuh Israel," kata juru bicara Hamas Fawzi Barhoum.

Baca juga: Saat Bendera Palestina Muncul dalam Acara Musik yang Digelar di Israel..

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Internasional
Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Internasional
Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Internasional
Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Internasional
Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Internasional
Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Internasional
Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Internasional
Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Internasional
Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Internasional
Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Internasional
Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X