"Segala Rencana Perdamaian AS Tanpa Melibatkan Palestina Bakal Gagal"

Kompas.com - 20/05/2019, 18:23 WIB
Seorang pengunjuk rasa Palestina memegang bendera saat pengunjuk rasa lainnya melemparkan batu ke arah pasukan Israel selama demonstrasi di pantai dekat perbatasan Israel, di Jalur Gaza utara, pada Senin (22/10/2018). (AFP/Mahmud Hams) Seorang pengunjuk rasa Palestina memegang bendera saat pengunjuk rasa lainnya melemparkan batu ke arah pasukan Israel selama demonstrasi di pantai dekat perbatasan Israel, di Jalur Gaza utara, pada Senin (22/10/2018). (AFP/Mahmud Hams)

RAMALLAH, KOMPAS.com - Seorang pejabat Palestina mengatakan, rencana perdamaian antara negaranya dan Israel yang digagas oleh Amerika Serikat ( AS) bakal gagal.

Juru bicara Presiden Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rdeneh, menyatakannya di tengah rencana konferensi perdamaian Timur Tengah yang bakal digelar di Bahrain bulan depan.

Baca juga: Saat Bendera Palestina Muncul dalam Acara Musik yang Digelar di Israel..

Gedung Putih mengumumkan dalam konferensi yang bakal dihelat 25-26 Juni itu, mereka bakal membahas aspek ekonomi yang bertujuan memberi kemakmuran bagi Palestina.

"Setiap rencana tanpa mempertimbangkan aspirasi politik rakyat Palestina untuk negara berdaulat bakal gagal," ujar Rdeneh seperti diberitakan Gulf News Senin (20/5/2019).

Sementara Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Saeb Erekat berkata negaranya tidak diajak mengobrol tentang konferensi di Manama itu.

"Kami masih belum memberikan mandat kepada semua pihak untuk menegosiasikan apa yang menjadi kebutuhan kami," ujar Erekat seperti diwartakan AFP.

Rakyat Palestina memboikot pemerintahan AS sejak Donald Trump menjadi presiden dan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 6 Desember 2017.

Selama ini Palestina sudah berharap Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan mereka, dan tidak terlalu tertarik dengan rencana perdamaian AS karena dianggap memihak Israel.

Penasihat sekaligus menantu Trump, Jared Kushner, merupakan sosok yang merancang rencana perdamaian tersebut. Dia menuturkan Palestina berhak mendapat kehidupan yang lebih baik.

"Perkembangan ekonomi hanya bisa diraih dengan visi ekonomi yang solid. Momentum hanya akan terjadi jika isu inti politik teratasi," kata Kushner dalam keterangan resmi.

Erekat melanjutkan, Palestina bakal menolak segala upaya normalisasi ekonomi namun masih dalam pendudukan Palestina. Menurut dia, ini bukanlah meningkatkan kehidupan semata.

"Ini tentang peluang Palestina bisa mendapatkan potensi pembangunan yang besar jika berhasil lepas dari pendudukan," demikian keterangan Erekat.

Baca juga: Peringati Hari Nakba, 65 Warga Palestina Terluka Saat Unjuk Rasa di Gaza



Sumber Gulf News,AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X