Austria Larang Murid SD Kenakan Jilbab di Sekolah

Kompas.com - 17/05/2019, 22:53 WIB
Ilustrasi siswi sekolah berhijab.SHUTTERSTOCK Ilustrasi siswi sekolah berhijab.

WINA, KOMPAS.com - Parlemen Austria pada Rabu (15/5/2019) lalu telah mengesahkan rancangan undang-undang larangan pemakaian jilbab di Sekolah Dasar yang diajukan pemerintahan koalisi.

UU baru tersebut tidak secara langsung menyebut Islam atau kaum Muslim, namun dalam teksnya menyebutkan melarang "pakaian yang dipengaruhi secara ideologis atau agama yang dikaitkan dengan penutup kepala."

Meski demikian, Pemerintah Austria menjelaskan jika penutup kepala Yahudi yang disebut "yarmulke", maupun penutup kepala anak-anak lelaki Sikh "patka" tidak termasuk dalam larangan itu.

Alasannya, UU baru itu hanya merujuk pada penutup kepala yang "menutupi semua rambut atau sebagian besar dari itu."


Baca juga: Kembali ke Dunia Hiburan Tanpa Jilbab, Aktris Mesir Bikin Kehebohan

Selain itu, seperti dilansi DW Indonesia, yang juga tidak termasuk dalam larangan itu, yakni penutup kepala dengan alasan medis atau pelindung dari hujan atau salju.

Anggota parlemen dari partai OVP, yang merupakan bagian dari koalisi pemerintah, Rudolf Taschner mengatakan, undang-undang baru itu dimaksudkan untuk "membebaskan anak-anak perempuan dari penindasan".

Sementara juru bicara pendidikan dari partai FPO, Wendelin Molzer menambahkan, UU itu dimaksudkan sebagai  sinyal tegas "melawan Islam politik" dan mempromosikan integrasi warga Muslim Austria.

Mantan menteri pendidikan dari Partai Sosial Demokrat Austria, SPO, Sonja Hammerschmid, menuduh pemerintah yang mengesahkan undang-undang baru itu, hanya mencari sensasi demi menjadi berita utama di media, ketimbang menyelesaikan masalah integrasi atau pendidikan.

Organisasi komunitas muslim Austria, IGGO, mengatakan akan melakukan langkah hukum menentang UU yang dianggap "destruktif" itu, yang "secara eksklusif mendiskriminasi warga Muslim."

Baca juga: Pemerintah Austria Berencana Larang Jilbab untuk Anak-anak



Terkini Lainnya

Raja Salman dan Presiden Korsel Kirim Ucapan Selamat kepada Jokowi

Raja Salman dan Presiden Korsel Kirim Ucapan Selamat kepada Jokowi

Internasional
Putin kepada Jokowi: Saya Ingin Melanjutkan Dialog Konstruktif dengan Yang Mulia

Putin kepada Jokowi: Saya Ingin Melanjutkan Dialog Konstruktif dengan Yang Mulia

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Martha Washington, Ibu Negara Pertama AS

Biografi Tokoh Dunia: Martha Washington, Ibu Negara Pertama AS

Internasional
PM Israel Berniat Beri Nama Permukiman Dataran Tinggi Golan sebagai Trump

PM Israel Berniat Beri Nama Permukiman Dataran Tinggi Golan sebagai Trump

Internasional
Sopir Uber Ini Ternyata adalah Penjahat Perang Somalia

Sopir Uber Ini Ternyata adalah Penjahat Perang Somalia

Internasional
Politisi Ini Tinju Istrinya karena Lambat Lepas Baju Saat Berhubungan Seks

Politisi Ini Tinju Istrinya karena Lambat Lepas Baju Saat Berhubungan Seks

Internasional
Dari Ujung Ranting hingga Tabung, Perjalanan Sikat Gigi dan Pasta Gigi Modern

Dari Ujung Ranting hingga Tabung, Perjalanan Sikat Gigi dan Pasta Gigi Modern

Internasional
Bawa Pisau dan Pistol ke Sekolah, Guru SD di Florida Ditahan

Bawa Pisau dan Pistol ke Sekolah, Guru SD di Florida Ditahan

Internasional
Konsisten Lawan Terorisme, Indonesia Dipercaya Pimpin 3 Komite DK PBB

Konsisten Lawan Terorisme, Indonesia Dipercaya Pimpin 3 Komite DK PBB

Internasional
Tetap Beli Rudal S-400, Turki Siap Disanksi AS

Tetap Beli Rudal S-400, Turki Siap Disanksi AS

Internasional
Kisah USS Savannah, Kapal Uap Pertama yang Lintasi Samudra Atlantik

Kisah USS Savannah, Kapal Uap Pertama yang Lintasi Samudra Atlantik

Internasional
Tak Bisa Didaur Ulang, Malaysia Kembalikan Sampah Plastik ke Negara Maju

Tak Bisa Didaur Ulang, Malaysia Kembalikan Sampah Plastik ke Negara Maju

Internasional
Iran Tingkatkan Kapasitas Pengayaan Uranium hingga Empat Kali Lipat

Iran Tingkatkan Kapasitas Pengayaan Uranium hingga Empat Kali Lipat

Internasional
Ucapkan Selamat ke Jokowi, Trump Sebut Indonesia sebagai Contoh Negara Demokrasi

Ucapkan Selamat ke Jokowi, Trump Sebut Indonesia sebagai Contoh Negara Demokrasi

Internasional
Demi Kalahkan Oposisi, Pengusaha Tambang Australia Beriklan Rp 550 Miliar

Demi Kalahkan Oposisi, Pengusaha Tambang Australia Beriklan Rp 550 Miliar

Internasional

Close Ads X