Tulis Berita Tentang Dalai Lama, Tiga Wartawan Nepal Diperiksa

Kompas.com - 14/05/2019, 22:47 WIB
Dalai Lama melambaikan tangan kepada pengikutnya saat tiba di Ulan Bator, Mongolia, Rabu (23/11/2016).BYAMBASUREN BYAMBA-OCHIR / AFP Dalai Lama melambaikan tangan kepada pengikutnya saat tiba di Ulan Bator, Mongolia, Rabu (23/11/2016).

KATHMANDU, KOMPAS.com - Tiga wartawan Nepal diperiksa setelah menulis dan menyebarkan sebuah berita tentang Dalai Lama.

Ketiga jurnalis yang bekerja pada kantor berita nasional Nepal, Rastriya Samachar Samiti (RSS), itu dimintai klarifikasi setelah menulis berita terjemahan tentang Dalai Lama yang keluar dari rumah sakit dan kembali ke Dharamshala pada April lalu.

Perilisan berita terjemahan itu bertepatan dengan kunjungan Presiden Nepal, Bidhya Devi Bhandari ke China atas undangan Presiden Xi Jinping.

Ketua RSS, Hari Adhikari, mengatakan bahwa komite pemeriksaan telah dibentuk dan pihak manajemen akan mengambil keputusan terhadap ketiga wartawannya itu setelah mengajukan laporan.


Baca juga: Karena Ucapannya Ini, Dalai Lama Menuai Kecaman

"Sebagai kantor berita nasional, kami tidak membawa berita yang bertentangan dengan kebijakan luar negeri negara kami maupun yang dapat mempengaruhi hubungan dengan (negara) tetangga kami," kata Adhikari, dikutip AFP.

Nepal telah menjadi rumah bagi sekitar 20.000 warga Tibet dan kini tengah berada di bawah tekanan dari negara tetangganya, China, atas orang-orang buangan, dan telah berulang kali mengatakan jika mereka memegang komitmen mengakui kebijakan "Satu China".

China telah menjadi salah satu negara mitra pembangunan utama bagi Nepal yang termasuk negara miskin, dengan memberi bantuan untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga air, jalan, serta infrastruktur.

Pada Mei 2017, Kathmandu telah menandatangani inisiatif ambisius "Belt and Road", sebagai penggerak infrastruktur besar-besaran yang menurut para pengamat menjadi pusat dorongan China untuk memperluas pengaruh globalnya.

"Kepentingan dan pengaruh China telah meningkat secara konsisten di Nepal dan pemerintah kami juga positif dalam menangani masalah keamanan dan strategis mereka," kata Geja Sharma Wagle, analis kebijakan luar negeri yang berbasis di Kathmandu.

Nepal pernah menjadi tempat yang aman bagi warga Tibet, namun setelah meningkatnya hubungan negara itu dengan China, tindakan keras polisi terhadap warga Tibet juga meningkat, melemahkan aksi protes dan perayaan di tengah masyarakat Nepal.

Baca juga: Tiga Hari Dirawat, Dalai Lama Diizinkan Meninggalkan Rumah Sakit

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Internasional
Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Close Ads X