Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tulis Berita Tentang Dalai Lama, Tiga Wartawan Nepal Diperiksa

Kompas.com - 14/05/2019, 22:47 WIB
Agni Vidya Perdana

Penulis

Sumber AFP

KATHMANDU, KOMPAS.com - Tiga wartawan Nepal diperiksa setelah menulis dan menyebarkan sebuah berita tentang Dalai Lama.

Ketiga jurnalis yang bekerja pada kantor berita nasional Nepal, Rastriya Samachar Samiti (RSS), itu dimintai klarifikasi setelah menulis berita terjemahan tentang Dalai Lama yang keluar dari rumah sakit dan kembali ke Dharamshala pada April lalu.

Perilisan berita terjemahan itu bertepatan dengan kunjungan Presiden Nepal, Bidhya Devi Bhandari ke China atas undangan Presiden Xi Jinping.

Ketua RSS, Hari Adhikari, mengatakan bahwa komite pemeriksaan telah dibentuk dan pihak manajemen akan mengambil keputusan terhadap ketiga wartawannya itu setelah mengajukan laporan.

Baca juga: Karena Ucapannya Ini, Dalai Lama Menuai Kecaman

"Sebagai kantor berita nasional, kami tidak membawa berita yang bertentangan dengan kebijakan luar negeri negara kami maupun yang dapat mempengaruhi hubungan dengan (negara) tetangga kami," kata Adhikari, dikutip AFP.

Nepal telah menjadi rumah bagi sekitar 20.000 warga Tibet dan kini tengah berada di bawah tekanan dari negara tetangganya, China, atas orang-orang buangan, dan telah berulang kali mengatakan jika mereka memegang komitmen mengakui kebijakan "Satu China".

China telah menjadi salah satu negara mitra pembangunan utama bagi Nepal yang termasuk negara miskin, dengan memberi bantuan untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga air, jalan, serta infrastruktur.

Pada Mei 2017, Kathmandu telah menandatangani inisiatif ambisius "Belt and Road", sebagai penggerak infrastruktur besar-besaran yang menurut para pengamat menjadi pusat dorongan China untuk memperluas pengaruh globalnya.

"Kepentingan dan pengaruh China telah meningkat secara konsisten di Nepal dan pemerintah kami juga positif dalam menangani masalah keamanan dan strategis mereka," kata Geja Sharma Wagle, analis kebijakan luar negeri yang berbasis di Kathmandu.

Nepal pernah menjadi tempat yang aman bagi warga Tibet, namun setelah meningkatnya hubungan negara itu dengan China, tindakan keras polisi terhadap warga Tibet juga meningkat, melemahkan aksi protes dan perayaan di tengah masyarakat Nepal.

Baca juga: Tiga Hari Dirawat, Dalai Lama Diizinkan Meninggalkan Rumah Sakit

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com