Biografi Tokoh Dunia: Hosni Mubarak, Presiden Terlama Mesir

Kompas.com - 06/05/2019, 11:11 WIB
Presiden Mesir periode 1981 hingga 2011, Hosni Mubarak. AFP/STR/MONA SHARAFPresiden Mesir periode 1981 hingga 2011, Hosni Mubarak.

Hosni Mubarak menegaskan kembali perjanjian damai Mesir dengan Israel di bawah perjanjian Camp David (1979), serta meningkatkan hubungan dengan Amerika Serikat, yang menjadi pemberi bantuan utama Mesir.

Pada 1987, Mubarak kembali terpilih sebagai presiden untuk masa jabatan enam tahun kedua.

Selama krisis Teluk Persia dan perang setelah invasi Irak ke Kuwait pada 1990, Mubarak mengajak negara-negara Arab dalam mendukung keputusan Arab Saudi untuk mendatangkan bantuan koalisi militer yang dipimpin AS untuk memulihkan Kuwait.

Dia juga berperan penting dalam menengahi perjanjian bilateral antara Israel dengan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pada 1993.

Pada 1993, Mubarak kembali terpilih sebagai presiden untuk masa jabatan ketiga. Sejak saat itu, kekerasan oleh kelompok gerilya meningkat dan kelompok oposisi mendesak reformasi pemilu yang demokratis.

Pada 1995, Hosni Mubarak lolos dari upaya pembunuhan di Etiopia. Dia kembali diserang pada 1999 dan mengalami luka akibat senjata tajam.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Sheila Scott, Pilot Pertama Capai Kutub Utara

Meski telah mulai menghadapi tekanan untuk mundur, bahkan mendapat beberapa kali upaya pembunuhan, Mubarak tetap bertahan dan bahkan terus mendorong perdamaian di Timur Tengah.

Hosni Mubarak kembali menjabat presiden untuk masa jabatan keempat setelah tidak ada calon lain yang menjadi lawan dalam pemilihan 1999.

Pada 2005, Mubarak kembali memenangkan pemilu untuk masa jabatan kelima. Saat itu pemilihan diikuti sejumlah kandidat, namun jumlah pemilih mengalami penurunan, serta adanya tuduhan penyimpangan dalam pemilu.

Desakan untuk Mundur

Pada 2011, kawasan Timur Tengah diguncang gerakan pemberontakan oleh rakyat, yang diawali dengan gerakan Revolusi Melati di Tunisia, yang mendorong Presiden Zine al Abidin Ben Ali untuk mundur.

Januari 2011, unjuk rasa mulai muncul di Mesir, dengan massa pengunjuk rasa yang memprotes penindasan, korupsi, serta kemiskinan yang semakin parah di negara itu. Massa mendesak Presiden Mubarak yang telah menjabat hingga enam periode untuk mundur.

Sempat menghilang dari publik, Presiden Mubarak muncul setelah bentrokan massa pengunjuk rasa dengan polisi memasuki hari keempat.

Mubarak menyampaikan pidatonya melalui televisi pemerintah, yang intinya mengatakan bahwa dirinya akan tetap menjabat. Namun presiden akan membubarkan kabinet dan melakukan reformasi sosial serta ekonomi.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Laksamana Yi Sun-shin dari Dinasti Joseon Korea

Langkah tersebut dikecam massa pengunjuk rasa sebagai alasan untuk tetap berkuasa dan tidak berdampak banyak dalam menenangkan aksi kerusuhan.

Hari berikutnya, Presiden Mubarak mengambil keputusan dengan menunjuk wakil presiden untuk pertama kalinya selama menjabat. Namun aksi protes masih berlangsung hingga Februari.

Pada 1 Februari, Mubarak kembali tampil di televisi dan mengumumkan bahwa dirinya tidak akan kembali maju dalam pemilihan presiden berikutnya yang dijadwalkan digelar pada bulan September 2011.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Internasional
Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X