Biografi Tokoh Dunia: Hosni Mubarak, Presiden Terlama Mesir

Kompas.com - 06/05/2019, 11:11 WIB
Presiden Mesir periode 1981 hingga 2011, Hosni Mubarak. AFP/STR/MONA SHARAFPresiden Mesir periode 1981 hingga 2011, Hosni Mubarak.

Mundur dari Jabatan Presiden

Desakan untuk mundur terus datang dari rakyat Mesir, hingga pada 10 Februari, Mubarak kembali menyampaikan pidatonya di televisi.

Dalam pidatonya, Mubarak menyatakan akan tetap merampungkan masa jabatannya hingga selesai, namun dia juga mendelegasikan sebagian kekuasaannya kepada wakil presiden Omar Suleiman.

Dia juga kembali menjanjikan akan melakukan reformasi pemilu, serta akan mencabut hukum darurat Mesir yang telah diberlakukan sejak 1981.

Sehari berselang, Mubarak meninggalkan Kairo menuju tempat peristirahatannya di Sharm el-Sheikh, di Semenanjung Sinai.

Beberapa jam setelah kabar Mubarak meninggalkan Kairo, wapres Suleiman muncul di televisi dan mengumumkan bahwa presiden Mubarak telah mengundurkan diri sebagai presiden dan menyerahkan kekuasaan memimpin pemerintahan kepada Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata.

Pengumuman pengunduran diri Mubarak disambut perayaan dan sukacita di sejumlah lokasi di mana massa berunjuk rasa.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Vladimir Lenin, Pendiri Uni Soviet

Pascapengunduran Diri

Setelah Mubarak mundur dari jabatan presiden, pemerintah Mesir segera memulai penyelidikan atas kasus dugaan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan rezim Mubarak.

Mubarak, kedua putranya, Alaa dan Gamal, serta para pejabat dan mantan pejabat yang dekat dengan presiden diperiksa. Termasuk juga pada pemimpin bisnis yang memiliki kedekatan dengan Mubarak.

Pada 12 April 2011, saat menunggu untuk diperiksa, Mubarak dilarikan ke rumah sakit setelah dilaporkan mengalami serangan jantung.

Dia dirawat di rumah sakit di Sharm el-Sheikh setelah hasil evaluasi medis menyatakan kondisi kesehatan Mubarak tidak memungkinkan untuknya dipindahkan ke penjara di Kairo.

Pada 24 Mei 2011, jaksa penuntut umum mengumumkan bahwa Mubarak akan diadili atas tuduhan memerintahkan pembunuhan demonstran, korupsi, dan penyalahgunaan kekuasaan.

Bertahun-tahun setelahnya, Mubarak masih menghadapi kasus hukum dan menjalani persidangan.

Juni 2012, pengadilan Mesir memutuskan Mubarak bersalah dalam insiden kematian demonstran dan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup. Namun dia dibebaskan dari tuduhan korupsi.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Sirimavo Bandaranaike, Perempuan Perdana Menteri Pertama Dunia

Pada Januari 2013, pengadilan Mesir memerintahkan pengadilan ulang untuk kasus pembunuhan demonstran dan korupsi karena masalah prosedural dalam persidangan pertama.

Pada Mei 2014, pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara untuk Mubarak karena menggelapkan dana publik. Masing-masing putranya dijatuhi hukuman empat tahun penjara karena kasus yang sama.

Pada November 2014, pengadilan menolak dakwaan terhadap Mubarak atas pembunuhan demonstran, dengan alasan yurisdiksi pengadilan telah dibatalkan oleh penundaan tiga bulan dalam pengajuan jaksa penuntut atas dakwaan asli terhadap Mubarak pada 2011.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Internasional
Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X