Kompas.com - 06/05/2019, 06:56 WIB

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menyatakan kepuasannya setelah melihat uji coba rudal yang dilaksanakan pada pekan lalu.

Dilansir KCNA via Sky News Minggu (5/5/2019), Kim yang mengawasi langsung uji coba itu mengaku "sangat puas" dan meminta pasukannya tetap siaga dan memperkuat kemampuan militer mereka.

Baca juga: Korut Uji Coba Misi Jarak Pendek, Janji Kim Jong Un Tidak Ditepati?

Uji coba rudal itu dilaksanakan pada Sabtu (4/5/2019) dengan negara tetangga Korea Selatan (Korsel) menyebutnya sebagai "proyektil" yang mengarah ke Laut Jepang.

Dalam laporan KCNA, Kim memberi pujian kepada Tentara Rakyat yang sukses mengoperasikan rudal jarak jauh berkaliber besar dan berbagai senjata pintar lainnya.

"Pemimpin Kim menyebeut mereka sebua sebagai pakar senjata dan mereka sudah mampu untuk melaksanakan berbagai tugas mencegah ancaman nasional," tulis KCNA.

Uji coba itu terjadi setelah Korut dilaporkan furtrasi dengan perkembangan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) dalam beberapa bulan terakhir.

Dialog itu dimaksudkan sebagai upaya Pyongyang untuk meminta AS bisa mencabut sanksi ekonominya sebelum mereka menyerahkan senjata nuklir dan program rudal.

Namun meski telah terjadi dua kali pertemuan antara Kim dengan Presiden AS Donald Trump, perkembangan signifikan belum terjadi dengan dialog dilaporkan buntu.

Korsel menyatakan mereka sudah memahami uji coba itu dan menganggap Pyongyang telah melanggar perjanjian yang diteken September 2018 untuk mencegah provokasi satu sama lain.

Kim Dong-yub, analis di Seoul's Institute for Far Eastern Studies berkata, Korut jelas berusaha menunjukkan mereka mampu menghantam target apapun di Semenanjung Korea.

"Termasuk markas pasukan AS yang ditempatkan di seluruh wilayah Korsel. Di antaranya di Seoul, Daegu, serta Busan," papar Kim Dong-yub tersebut.

Terakhir kali negara komunis itu melaksanakan uji coba rudal pada November 2017. Saat itu, Pyongyang mengklaim sukses meluncurkan rudal balistik antar-benua (ICBM) Hwasong-15.

Baca juga: Alami Panen Terburuk, Korut Pangkas Jatah Makanan Jadi 300 Gram Per Orang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Sky News
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.