Alami Panen Terburuk, Korut Pangkas Jatah Makanan Jadi 300 Gram Per Orang

Kompas.com - 04/05/2019, 20:29 WIB
Dalam foto tanpa tanggal yang dirilis media Korea Utara KCNA pada 10 Juli, terlihat Kim Jong Un berdiri dan tertawa saat berkunjung ke ladang kentang di Samjiyon. AFP/KCNA VIA KNSDalam foto tanpa tanggal yang dirilis media Korea Utara KCNA pada 10 Juli, terlihat Kim Jong Un berdiri dan tertawa saat berkunjung ke ladang kentang di Samjiyon.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara ( Korut) dilaporkan melakukan pemangkasan terhadap jatah makanan rakyatnya setelah mengalami panen terburuk dalam 10 tahun terakhir.

Diwartakan Sky News Sabtu (4/5/2019), negara yang tengah mengalami deraan sanksi internasional itu harus memotong jatah makan menjadi 300 gram per orang setiap hari.

PBB menyatakan sekitar 40 persen populasi atau sekitar 10,1 juta orang mengalami kekurangan makan kronis dan terancam tak punya persediaan hingga musim panen berikutnya.

Baca juga: 2 Lansia yang Ditemukan Kelaparan di Hutan Ini Menangis Haru Dapat Rumah Baru

Sebuah penyelidikan yang digelar oleh Program Pangan Dunia PBB (WFP) menunjukkan bahwa banyak keluarga hanya mengonsumsi protein beberapa kali setiap tahun.

Juru bicara WFP Herve Vershoosel mendeskripsikan situasi yang ada di Korut sangatlah serius dan memperingatkan negara itu bisa mengalami kelaparan dalam hitungan bulan atau tahun.

Sky News memberitakan, tercatat Korut pernah mengalami kelaparan di pertengahan 1990-an di mana saat itu, setidaknya tiga juta orang dilaporkan tewas.

WFP melakukan penilaian ketahanan pangan berdasarkan permintaan Korut antara 29 Maret sampai 12 April dengan tim peneliti mengunjungi pertanian, kebun bibit di perkotaan dan pedesaan.

Kekeringan, gelombang panas, dan banjir dianggap sebagai biang krisis itu. Namun Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyebut Korut juga bertanggung jawab.

Seorang juru bicara AS menuturkan pemerintah Korut seharusnya bisa memenuhi kebutuhan warganya jika mengalirkan langsung dana negara ke sektor yang paling memerlukan perhatian.

"Namun nyatanya, rezim Korut terus mengeksploitasi, mengabaikan, dan membuat rakyatnya kelaparan dengan terus mengembangkan senjata nuklir dan program senjata," terang juru bicara itu.

Pada periode 2018-2019, negara komunis tersebut dilaporkan hanya mencatat hasil panen sebesar 4,9 juta ton. Berarti Korut kekurangan 1,36 juta ton.

Vershoosel mencatat prospek panen jelai serta gandum pada 2019 sangat mengkhawatirkan karena guncangan iklim, kekurangan bahan bakar, pupuk, hingga suku cadang bagi alat pertanian.

WFP dijadwalkan membuat penilaian lagi pada periode Juli sampai Agustus mendatang dengan Korut terus bergantung kepada bantuan pangan PBB selama bertahun-tahun.

Baca juga: Bawa Bayinya yang Kelaparan, Seorang Ayah di Yaman Jalan Kaki Tiga Jam ke Rumah Sakit

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Sky News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X