Kompas.com - 05/05/2019, 10:38 WIB

KOLOMBO, KOMPAS.com - Pemerintah Sri Lanka meminta kepada rakyatnya untuk menyerahkan pedang, bahan peledak, belati, keris, dan pisau besar.

Polisi memberikan waktu dua hari yaitu pada Sabtu dan Minggu kepada masyarakat untuk menyerahkan senjata itu.

Keputusan tersebut diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran terkait keamanan setelah serangan pada Minggu Paskah yang mematikan.

Baca juga: Dalang Bom Paskah Sri Lanka, Pakai Medsos untuk Cari Pengikut

Melansir dari BBC, Minggu (5/5/2019), penyerahan itu tidak berlaku bagi pisau yang dipakai untuk kegiatan sehari-hari seperti pisau dapur.

Sebelumnya, polisi juga telah menyita ratusan senjata dalam perburuan sejak serangan pada 21 April lalu.

Juru bicara kepolisian Sri Lanka Ruwan Gunasekara juga meminta orang yang punya seragam polisi dan militer tidak resmi agar diserahkan di kantor polisi terdekat pada akhir pekan ini.

"Kami akan memberikan pengampunan bagi masyarakat yang menyerahkan senjata semacam itu pada periode dua hari," ujarnya, seperti dikutip dari AFP.

Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena menyatakan, sekitar 25-30 orang yang terkait dengan teror bom Paskah masih berkeliaran bebas.

"Sangat jelas karena setelah serangan terjadi, kelompok ISIS mengumumkan klaim atas pengeboman," katanya.

Pihak berwenang menyalahkan aksi teror tersebut kepada kelompok ekstremis lokal, National Towheed Jamath dan Jamathei Thowheed Ibraheem.

Kedua kelompok itu dicurigai memiliki hubungan dengan kelompok internasional.

Baca juga: Ada Ancaman Serangan Lanjutan dari Ekstremis, Sri Lanka Siaga

Sirisena menyatakan, badan intelijen dari 8 negara kini membantu Sri Lanka dalam menyelidiki dalang teror.

Laporan kantor berita AFP menyebutkan, polisi meningkatkan operasi perburuan selama akhir pekan menjelang rencana pembukaan lebih dari 10.000 sekolah, setelah liburan Paskah yang diperpanjang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Sumber BBC,AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.