Kompas.com - 26/04/2019, 05:57 WIB

KOLOMBO, KOMPAS.com - Sri Lanka pada Kamis (25/4/2019) menurunkan total angka kematian akibat aksi teror pada Minggu Paskah.

Dalam data terbaru, korban tewas dicatat menjadi 253 orang dari yang sebelumnya dirilis sebanyak 359 orang.

Diwartakan kantor berita AFP, revisi tersebut berdasarkan hasil forensik yang menunjukkan beberapa sisa-sisa jenazah rusak parah dihitung secara keliru.

Baca juga: Pelaku Ledakan Bom Sri Lanka Sempat Ditahan Aparat Sebelum Dibebaskan

Di sisi lain, perubahan jumlah korban tewas diyakini akan semakin menekan pemerintah yang telah disoroti atas kegagalan menanggapi laporan intelijen tentang serangan tersebut.

"Banyak korban berupa potongan-potongan jenazah yang parah. Ada yang dihitung dua kali," demikian penjelasan dari Kementerian Kesehatan Sri Lanka.

Kementerian menyebutkan, setelah semua proses otopsi selesai dan hasil rujukan sampel DNA menyimpulkan jumlah korban terbaru lebih rendah dari yang diumumkan sebelumnya.

Meski demikian, Kementerian Kesehatan tidak merinci lebih lanjut terkait jumlah korban tewas dari warga asing.

Seperti diketahui, Kementerian Luar Negeri Sri Lanka pernah merilis angka warga asing yang turut menjadi korban serangan bom sebanyak 40 orang.

Kini pihak berwenang Sri Lanka terus melakukan perburuan terhadap tersangka terkait teror.

Polisi telah merilis nama dan foto dari tiga pria dan tiga perempuan yang mereka cari untuk diinterogasi.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.