Kompas.com - 25/04/2019, 19:19 WIB

TEL AVIV, KOMPAS.com - Pemerintah Israel mendesak kepada warganya yang berada di Sri Lanka untuk segera meninggalkan negara itu, dengan alasan adanya peningkatan ancaman, menyusul serangkaian serangan bom yang menewaskan lebih dari 350 orang.

Kementerian Luar Negeri Israel bersama dengan pejabat keamanan telah berkonsultasi dengan Biro Kontra-terorisme Israel dan mengeluarkan peringatan perjalanan atau travel warning bagi warganya yang hendak atau sedang berada di Sri Lanka.

"Peringatan ini dikeluarkan mengingat memburuknya situasi keamanan dan kekhawatiran bahwa peristiwa serangan itu belum berakhir atau adanya kemungkinan serangan terulang kembali dalam waktu dekat," tulis Biro Kontra-terorisme Israel dalam pernyataannya, dikutip AFP, Kamis (25/4/2019).

Baca juga: Bawa Amunisi dan Peta Gedung Parlemen Sri Lanka, Pria Ini Ditangkap

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga telah menawarkan bantuan kepada pihak berwenang Sri Lanka pascaserangan bom bunuh diri yang menyasar hotel dan gereja pada perayaan Minggu Paskah, Minggu (21/4/2019) lalu itu.

Pemerintah Sri Lanka sebelumnya juga telah memutuskan untuk menangguhkan pemberian bebas visa untuk turis dari 39 negara, menyusul insiden serangan bom.

"Meski telah ada pengaturan untuk pemberian visa kedatangan bagi warga dari 39 negara, kami memutuskan untuk menundanya dengan mempertimbangkan situasi keamanan saat ini," ujar Menteri Pariwisata Sri Lanka John Amaratunga dalam pernyataannya.

"Investigasi telah mengungkapkan adanya hubungan asing dalam serangan (bom) dan kami tidak ingin program ini disalahgunakan," lanjutnya.

Sri Lanka bulan lalu telah mengumumkan rencana pemberian bebas visa masuk kepada turis dari 39 negara, termasuk untuk negara anggota Uni Eropa, Australia, dan AS. Pemberian bebas visa tersebut rencananya dimulai pada 1 Mei mendatang.

Namun skema itu tidak berlaku untuk wisatawan asal China dan India, yang disebut banyak berdatangan ke Sri Lanka.

Sebanyak delapan ledakan bom menimpa sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka, menewaskan hingga 359 orang dan melukai sekitar 500 lainnya.

Dampak insiden teror bom juga telah mengguncang industri pariwisata yang sedang berkembang di negara itu, yang menjadi salah satu penghasil devisa yang penting bagi negara itu.

Baca juga: Ledakan Kembali Terjadi di Sri Lanka, Tidak Ada Korban Jiwa

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.