Israel Terbitkan "Travel Warning", Desak Warganya Tinggalkan Sri Lanka

Kompas.com - 25/04/2019, 19:19 WIB
Suasana dalam Bandara Colombo, Sri Lanka, ketika ditutup pasca-ditemukannya bom pipa Minggu (21/4/2019). Peristiwa itu terjadi beberapa jam setelah gelombang ledakan bom yang menewaskan 207 orang. Sky News via Daily MirrorSuasana dalam Bandara Colombo, Sri Lanka, ketika ditutup pasca-ditemukannya bom pipa Minggu (21/4/2019). Peristiwa itu terjadi beberapa jam setelah gelombang ledakan bom yang menewaskan 207 orang.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Pemerintah Israel mendesak kepada warganya yang berada di Sri Lanka untuk segera meninggalkan negara itu, dengan alasan adanya peningkatan ancaman, menyusul serangkaian serangan bom yang menewaskan lebih dari 350 orang.

Kementerian Luar Negeri Israel bersama dengan pejabat keamanan telah berkonsultasi dengan Biro Kontra-terorisme Israel dan mengeluarkan peringatan perjalanan atau travel warning bagi warganya yang hendak atau sedang berada di Sri Lanka.

"Peringatan ini dikeluarkan mengingat memburuknya situasi keamanan dan kekhawatiran bahwa peristiwa serangan itu belum berakhir atau adanya kemungkinan serangan terulang kembali dalam waktu dekat," tulis Biro Kontra-terorisme Israel dalam pernyataannya, dikutip AFP, Kamis (25/4/2019).

Baca juga: Bawa Amunisi dan Peta Gedung Parlemen Sri Lanka, Pria Ini Ditangkap


Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga telah menawarkan bantuan kepada pihak berwenang Sri Lanka pascaserangan bom bunuh diri yang menyasar hotel dan gereja pada perayaan Minggu Paskah, Minggu (21/4/2019) lalu itu.

Pemerintah Sri Lanka sebelumnya juga telah memutuskan untuk menangguhkan pemberian bebas visa untuk turis dari 39 negara, menyusul insiden serangan bom.

"Meski telah ada pengaturan untuk pemberian visa kedatangan bagi warga dari 39 negara, kami memutuskan untuk menundanya dengan mempertimbangkan situasi keamanan saat ini," ujar Menteri Pariwisata Sri Lanka John Amaratunga dalam pernyataannya.

"Investigasi telah mengungkapkan adanya hubungan asing dalam serangan (bom) dan kami tidak ingin program ini disalahgunakan," lanjutnya.

Sri Lanka bulan lalu telah mengumumkan rencana pemberian bebas visa masuk kepada turis dari 39 negara, termasuk untuk negara anggota Uni Eropa, Australia, dan AS. Pemberian bebas visa tersebut rencananya dimulai pada 1 Mei mendatang.

Namun skema itu tidak berlaku untuk wisatawan asal China dan India, yang disebut banyak berdatangan ke Sri Lanka.

Sebanyak delapan ledakan bom menimpa sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka, menewaskan hingga 359 orang dan melukai sekitar 500 lainnya.

Dampak insiden teror bom juga telah mengguncang industri pariwisata yang sedang berkembang di negara itu, yang menjadi salah satu penghasil devisa yang penting bagi negara itu.

Baca juga: Ledakan Kembali Terjadi di Sri Lanka, Tidak Ada Korban Jiwa

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X